SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Perhelatan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 resmi ditutup oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama jajaran Pemkab Buleleng di Panggung Utama Praja Mandala Tugu Singa Ambara Raja, Minggu (23/8/2026) malam.
Ajang pesta rakyat tersebut mencatatkan sukses besar dengan estimasi total perputaran ekonomi mencapai Rp 3,6 miliar.
Catatan perputaran uang yang fantastis ini menjadi bukti sahih bahwasannya produk-produk UMKM lokal Buleleng kian diminati oleh masyarakat lokal hingga wisatawan mancanegara.
Tercatat sebanyak 105 UMKM lokal dari sektor kriya, kuliner khas, olahan pangan, hingga fashion ambil bagian dalam festival ini.
Ratusan tenant tersebut disebar di tiga zona strategis area festival guna memanjakan para pengunjung.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, mengapresiasi tinggi antusiasme masyarakat yang terus memadati kawasan Bulfest dari hari pertama hingga malam penutupan.
"Selama pelaksanaan festival, masyarakat telah menyaksikan dan merasakan kekayaan seni, budaya, kuliner, dan kreativitas warga Buleleng yang memancarkan energi positif bagi pariwisata dan perekonomian daerah," ujar Sutjidra.
Sutjidra menegaskan bahwa Bulfest bukan sekadar panggung hiburan tahunan, melainkan wadah strategis dalam memperkuat jaringan pasar UMKM lokal serta memfasilitasi pelestarian tradisi Bali Utara agar tetap relevan di era modern.
Apresiasi tinggi juga disampaikan kepada panitia, seniman, aparat keamanan Polres Buleleng dan Kodim 1609/Buleleng, serta seluruh elemen masyarakat yang konsisten menjaga kebersihan dan ketertiban selama acara berlangsung.
"Terima kasih kepada seluruh pengunjung Buleleng Festival yang telah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan, sehingga Bulfest 2026 berjalan nyaman, aman, dan asri," tambahnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng