Sidak PLTU Celukan Bawang hingga Sekolah, Timpora Buleleng Cek Aktivitas WNA di Buleleng

Francelino Junior • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:46 WIB
SIDAK: Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Buleleng saat melakukan pengawasan di sejumlah lokasi yang ada di Bali Utara. (Imigrasi Singaraja)
SIDAK: Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Buleleng saat melakukan pengawasan di sejumlah lokasi yang ada di Bali Utara. (Imigrasi Singaraja)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Buleleng bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Singaraja menggelar operasi gabungan mendadak di tiga titik lokasi strategis. 

Operasi lapangan ini digelar guna memastikan seluruh keberadaan dan aktivitas Warga Negara Asing (WNA) maupun Tenaga Kerja Asing (TKA) di Bali utara tertib administrasi.

Sidak gabungan tersebut melibatkan jajaran Kesbangpol Buleleng, Dinas Dukcapil Buleleng, Kejaksaan Negeri Buleleng, serta Kodim 1609/Buleleng. Adapun tiga lokasi yang disasar meliputi kawasan industri PLTU Celukan Bawang, Villa Bilabong, dan Singaraja Montessori School.

"Operasi ini kami gelar untuk memastikan seluruh aktivitas WNA maupun TKA di wilayah Buleleng mematuhi peraturan perundang-undangan dan norma keimigrasian yang berlaku," ungkap Kepala Kantor Imigrasi Singaraja, Anak Agung Gde Kusuma Putra.

Dalam pengawasan di PLTU Celukan Bawang, petugas mengecek dokumen puluhan tenaga kerja asing. Hasilnya, pihak manajemen dinilai kooperatif dan tertib administrasi.

Tercatat sebanyak 124 TKA pemegang Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) bekerja secara legal dalam berbagai posisi teknis, tanpa ditemukan indikasi pelanggaran keimigrasian.

Sementara itu, untuk pemeriksaan di Villa Bilabong, petugas mencatat properti tersebut telah berpindah tangan dari pemilik sebelumnya yang berstatus WNA Australia kepada warga lokal Indonesia sejak Maret 2025. Properti tersebut kini menjadi hunian pribadi dan tidak disewakan secara komersial.

Sasaran ketiga, Singaraja Montessori School di bawah Yayasan Pendidikan Sekolah Bali Mandiri, terkonfirmasi tidak mempekerjakan tenaga pengajar asing. Namun, aktivitas pendidikan di sekolah tersebut diwarnai latar belakang siswa yang beragam.

"Dari total 70 siswa, mayoritas atau 60 persen merupakan WNI, 25 persen siswa dari hasil perkawinan campuran, dan 15 persen sisanya merupakan siswa WNA," terang Gde Kusuma.

Meski dari serangkaian penyisiran tersebut tidak ditemukan pelanggaran menonjol, pihak Imigrasi Singaraja bersama Timpora menegaskan bakal terus memperketat pemutakhiran data dan pengawasan berkala demi menjaga kondusivitas wilayah Buleleng. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Timpora Buleleng TKA Celukan Bawang wna di bali imigrasi singaraja