Buleleng Dikepung Kebakaran! 6 Peristiwa Terjadi dalam Sehari, Kerugian Ratusan Juta

Eka Prasetya • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 16:59 WIB
PADAMKAN API: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng memadamkan api yang membakar lahan kering. (Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng)
PADAMKAN API: Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng memadamkan api yang membakar lahan kering. (Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Musim kemarau yang disertai hembusan angin kencang memicu rentetan bencana kebakaran di Kabupaten Buleleng. 

Dalam tempo sehari pada Senin (7/9/2026), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Buleleng mencatat enam kejadian kebakaran yang merusak rumah warga hingga puluhan are lahan.

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga titik kebakaran lahan melanda Desa Ularan (50 are), Pangkung Paruk di Kecamatan Seririt, serta Banjar Dinas Konci di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar (30 are). 

Sementara tiga titik lainnya menghanguskan bangunan rumah di Desa Bengkel (Kecamatan Busungbiu), Jalan Jalak Putih LC 8 Banyuasri (Kecamatan Buleleng), dan Desa Gitgit (Kecamatan Sukasada). Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 135 juta.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan rentetan peristiwa tersebut. Mayoritas pemicu kebakaran rumah dipicu oleh faktor kelalaian pemilik bangunan.

"Di Desa Bengkel, kelalaian terjadi saat pemilik membakar sampah di drum lalu ditinggal. Api tertiup angin hingga merembet ke lumbung padi dan bangunan semi permanen. Sementara di Banyuasri, pemilik lupa mematikan kompor yang sedang menyalakan minyak goreng karena ditinggal sembahyang. Sedangkan di Gitgit, api diduga berasal dari sisa bara tungku kayu bakar yang ditinggal tidur," beber Iptu Yohana, Selasa (8/9/2026).

Kerugian terbesar dialami Nyoman Subagia di Desa Gitgit, di mana bangunan dapur kayu berukuran 5x7 meter ludes dan atap rumah utamanya terbakar dengan taksiran kerugian mencapai Rp 100 juta. 

Penanganan di Gitgit sempat terkendala akses jalan sempit sehingga armada besar Damkarmat harus diganti dengan armada kecil. Sementara kebakaran di Banyuasri menimbulkan kerugian sekitar Rp 20 juta, dan Desa Bengkel sebesar Rp 15 juta.

Kepala Damkarmat Kabupaten Buleleng, I Gede Arya Suardana, menegaskan keberhasilan personel melokalisir api sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Tim mengerahkan total lima tangki air dan merespons cepat setiap aduan yang masuk.

"Masyarakat diimbau ekstra waspada selama musim kemarau. Jangan pernah membakar sampah sembarangan, pastikan kompor mati sebelum ditinggal, dan jangan tinggalkan api tungku tanpa pengawasan. Jika melihat tanda kebakaran, segera laporkan ke Damkarmat agar langsung ditangani," tegas Arya Suardana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Kebakaran Buleleng Bencana Bali Pemadam kebakaran buleleng Polres Buleleng