Polres Buleleng Gandeng Komunitas Motor Trail Pasok Air ke Titik Api Karhutla

Francelino Junior • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 06:15 WIB
KEBAKARAN LAHAN: Aparat kepolisian berupaya memadamkan api yang membakar lahan kering di Buleleng. (Polres Buleleng)
KEBAKARAN LAHAN: Aparat kepolisian berupaya memadamkan api yang membakar lahan kering di Buleleng. (Polres Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perbukitan terjal Bali Utara, Polres Buleleng meluncurkan terobosan. 

Kepolisian resmi menggandeng komunitas motor trail, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Buleleng, serta Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) untuk menembus titik api di pedalaman hutan yang tak terjangkau armada damkar.

Langkah tersebut diambil menyusul catatan sepanjang musim kemarau 2026, dimana seluas 159 hektar lahan dan kawasan hutan di Buleleng ludes dilalap api. 

Pemkab dan Polres mengidentifikasi 13 desa di tiga kecamatan masuk kategori rawan karhutla, dengan Kecamatan Gerokgak menjadi zona merah prioritas utama.

Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, menegaskan karhutla sangat berdampak bagi masyarakat.

Dampak yang dirasakan mencakup rusaknya kawasan wisata, terganggunya debit air, hilangnya kesuburan tanah, hingga membahayakan jarak pandang di jalur transportasi utama.

"Pencegahan dan pemetaan jalur akses adalah kunci utama. Jika jalur hutan sudah dipetakan, rekan-rekan komunitas motor trail dapat bergerak cepat mengangkut kantong air menuju titik api di medan terjal yang tak bisa dilalui kendaraan roda empat," ujar AKBP Ruzi Gusman, Senin (14/9/2026).

Skema penanganan tersebut mendapat dukungan KPH Bali Utara yang siap membuka akses penuh jalur hutan bagi para rider. 

Nantinya, anggota komunitas trail yang terorganisir di bawah IMI Buleleng akan difungsikan sebagai garda terdepan pengangkut pasokan air dan logistik pemadaman.

Selain melibatkan komunitas otomotif, Polres Buleleng menyiagakan ribuan personel gabungan. 

Kekuatan tersebut mencakup 1.349 relawan pemadam kebakaran, 175 personel damkar inti, serta 9 posko siaga yang tersebar di seluruh kecamatan.

Upaya mitigasi juga diperkuat melalui pembuatan sekat bakar (firebreak), penyusunan pararem (aturan adat) larangan membakar lahan, hingga penguatan pos pantau deteksi dini di desa-desa rawan bencana. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini AKBP Ruzi Gusman Karhutla Buleleng Komunitas Trail Buleleng Polres Buleleng