Cegah Kepunahan Perajin, Disbud Buleleng Gelar Lomba Wayang

Francelino Junior • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:14 WIB
MENGUKIR WAYANG: Salah seorang peserta mengikuti lomba mengukir wayang yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
MENGUKIR WAYANG: Salah seorang peserta mengikuti lomba mengukir wayang yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sebanyak 18 orang remaja perwakilan sembilan kecamatan di Buleleng beradu kreativitas dalam lomba tata seni kearifan lokal di Gedung Sasana Budaya Singaraja, Rabu (16/9/2026) pagi. 

Ajang tersebut digagas untuk membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap seni kriya tradisional yang mulai langka.

Para peserta berusia 15 hingga 25 tahun tersebut ditantang menggarap wayang dengan lakon Sahadewa. 

Tokoh Sahadewa dipilih sebagai pelengkap dari rangkaian episode karakter Pandawa yang dikerjakan secara bertahap pada lomba-lomba tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, I Nyoman Wisandika, mengungkapkan bahwa lomba pembuatan wayang ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam merawat seni tradisi dari ancaman kepunahan.

"Ini menjadi episode penutup dari seri pembuatan wayang karakter Pandawa. Tahun depan kami siapkan lomba kebudayaan dengan cakupan yang jauh lebih semarak," ujar Wisandika, Rabu (16/9/2026).

Dalam durasi pengerjaan selama lima jam, karya para peserta dinilai secara ketat oleh tim juri. 

Penilaian difokuskan pada keunikan gaya Bali Utara yang memiliki ornamen dan estetika khas dibanding wilayah lain.

Ketua Dewan Juri, Kadek Reka, menjelaskan bahwa kekhasan seni wayang Buleleng terletak pada detail estetika bentuk, ukiran, teknik pewarnaan, busana, hingga proporsi ukuran tokoh.

"Buleleng memiliki gaya klasik tersendiri. Ukurannya berbeda, begitu pula dengan rincian tata busananya," terang Kadek Reka.

Selain tata lukis wayang Sahadewa, perhelatan kebudayaan ini turut memeriahkan suasana lewat lomba melukis di atas daun lontar (prasi) yang mengusung cerita Sutasoma. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Wayang Buleleng Nyoman Wisandika Kebudayaan Bali disbud buleleng