Putri Suastini Ajak Anak Zaman Now Jauhi Lagu Cinta-Cintaan

Francelino Junior • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 09:31 WIB
BERTEMU WARGA: Bunda PAUD Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster saat berkunjung ke Desa Sudaji, Buleleng, pada Minggu (20/9/2026). (Francelino Junior/Radar Buleleng)
BERTEMU WARGA: Bunda PAUD Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster saat berkunjung ke Desa Sudaji, Buleleng, pada Minggu (20/9/2026). (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Maraknya tren anak-anak menyanyikan lagu percintaan dewasa di media sosial menuai keprihatinan serius dari Bunda PAUD Provinsi Bali, Putri Suastini Koster. 

Wanita yang akrab disapa Bunda Putri ini meminta para orang tua untuk menyaring asupan musik bagi anak sejak dini.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan kunjungan ke Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Minggu (20/9/2026). 

Ia menekankan pentingnya menanamkan lagu-lagu anak dan tembang bernuansa cinta tanah air ketimbang lagu percintaan antar-lawan jenis yang belum sesuai dengan usia perkembangan mereka.

"Anak-anak saat ini terlalu muda untuk menyanyikan lagu cinta. Kalau cinta tanah air oke, tetapi bukan cinta antara laki-laki dan perempuan," tegas Bunda Putri di hadapan warga.

Menurut Bunda Putri, jiwa nasionalisme ibarat benang merah yang harus terus menyambung ke setiap generasi tanpa terputus. 

Namun realitanya, gempuran konten media sosial kini membuat anak-anak justru lebih familiar dengan lirik lagu patah hati ketimbang lagu-lagu perjuangan atau lagu anak seusianya.

Bahkan yang lebih memprihatinkan, tidak sedikit anak-anak sekolah masa kini yang kedapatan tak lagi hafal lagu-lagu kebangsaan dasar seperti Garuda Pancasila.

"Jiwa nasionalisme itu harus dipupuk sejak kecil. Jangan sampai mereka bertumbuh 'mendahului umur' akibat pengaruh tontonan dan musik yang salah," lanjutnya.

Menanggapi fenomena tersebut, Bunda Putri mengimbau para ibu untuk aktif membimbing serta memilah materi hiburan bagi buah hatinya di rumah. 

Ia juga meminta pihak sekolah untuk kembali merutinkan tradisi menyanyikan lagu-lagu nasional di lingkungan formal.

Langkah ini dinilai krusial agar anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara sehat sesuai tahap usianya, sekaligus menjaga nilai kebangsaan yang kelak akan dilanjutkan ke generasi berikutnya.

"Apa yang kita terima saat ini harus kita wariskan dan lanjutkan secara benar kepada anak-cucu kita kelak," pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Bali Hari Ini Putri Koster Lagu Anak berita buleleng nasionalisme