Generasi Muda Buleleng Didorong Lawan Hoaks dan Intoleransi

Eka Prasetya • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 14:25 WIB
TANGKAL HOAKS: Suasana Dialog Wawasan Kebangsaan yang digelar Badan Kesebangpol Buleleng di STIE Satya Dharma Singaraja. (Pemkab Buleleng)
TANGKAL HOAKS: Suasana Dialog Wawasan Kebangsaan yang digelar Badan Kesebangpol Buleleng di STIE Satya Dharma Singaraja. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Generasi muda tidak cukup hanya berbekal kecerdasan akademik semata, tetapi juga dituntut memiliki karakter, integritas, kepedulian sosial, serta wawasan kebangsaan yang kokoh.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng, Nyoman Widiartha, saat membuka Sosialisasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan di Kampus STIE Satya Dharma Singaraja, Kamis (24/9/2026).

Mengusung tema “Penguatan Wawasan Kebangsaan untuk Indonesia Maju”, kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa STIE Satya Dharma. 

Widiartha menekankan bahwa mahasiswa memegang posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus penerus masa depan bangsa.

Menurut Widiartha, wawasan kebangsaan tidak boleh hanya berhenti pada hafalan konsep Empat Konsensus Dasar seperti Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Lebih dari itu, nilainya harus mewujud dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Ketika kita menghargai perbedaan, menolak intoleransi dan diskriminasi, menggunakan media sosial secara bijak, serta menjaga persatuan di tengah perbedaan, itulah implementasi wawasan kebangsaan,” ujar Widiartha, Kamis (24/9/2026).

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), mahasiswa diingatkan untuk mengasah kemampuan memilah serta memverifikasi informasi guna membendung sebaran hoaks.

Widiartha mengimbau para mahasiswa agar memanfaatkan platform digital dan media sosial secara bijak—bukan sekadar untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai sarana berkreasi, membangun jejaring, dan menghadirkan solusi atas persoalan di masyarakat.

“Gunakan teknologi untuk belajar, gunakan media sosial untuk membangun jejaring dan kreativitas, gunakan ilmu pengetahuan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, dan gunakan kemampuan yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pesannya.

Ia menambahkan, keberagaman suku, agama, dan budaya di Buleleng merupakan modal sosial yang wajib dirawat. 

Rasa nasionalisme generasi muda dinilai tidak cukup ditunjukkan melalui simbol belaka, melainkan lewat kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

“Mari kita kuatkan wawasan kebangsaan, kita rawat persatuan, dan kita bangun Indonesia melalui karya nyata,” pungkasnya.

Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, sosialisasi ini turut menghadirkan empat akademisi dan praktisi pendidikan sebagai narasumber. 

Materi Pancasila dibawakan oleh I Wayan Ngara dari SMKN 1 Singaraja, sementara Ni Putu Rahayu dari SMAN 1 Singaraja mengulas materi Undang-Undang Dasar 1945. 

Selain itu, materi Bhinneka Tunggal Ika dipaparkan oleh dosen STKIP Singaraja, I Putu Ari Sudiada, serta materi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) disampaikan oleh I Made Riyan Cahyadi dari SMAN 3 Singaraja. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Singaraja Hari Ini STIE Satya Dharma Singaraja Edukasi Buleleng Kesbangpol Buleleng wawasan kebangsaan