Sisi Gelap Arena Balap Sepeda Liar Buleleng: Adu Gengsi, Hingga Judi Jutaan Rupiah

Francelino Junior • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 17:03 WIB
SEPEDA MAHAL: Sepeda BMX yang dijadikan sarana balap liar. Sepeda sudah dimodifikasi dengan menghabiskan biaya jutaan rupiah. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
SEPEDA MAHAL: Sepeda BMX yang dijadikan sarana balap liar. Sepeda sudah dimodifikasi dengan menghabiskan biaya jutaan rupiah. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

RadarBuleleng.id – Olahraga balap sepeda tiba-tiba menjadi sorotan hangat di Kabupaten Buleleng. 

Sayangnya, bukan karena ukiran prestasi, melainkan lantaran maraknya ajang balap sepeda liar yang dibumbui perjudian dan adu gengsi antar-geng remaja.

Aksi tak terpuji yang meresahkan warga ini akhirnya dibongkar jajaran Polres Buleleng di Jalan Kartini, Singaraja—jalur ikonik yang dulunya langganan tempat balap liar dan adu freestyle.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 32 orang diamankan petugas dari lokasi. Rinciannya, 30 orang masih berusia di bawah umur dan 2 orang dewasa. 

Dua joki utama turut digelandang, yakni GPSM alias Decok, 15. asal Desa Sinabun dari geng Team87, serta FN alias Cenik, 18, asal Kelurahan Kaliuntu dari geng Dangin Asem.

Dari tangan para pelaku, polisi menyita dua unit sepeda BMX modifikasi merek Polygon Rogue dan Polygon Razor berharga mahal, tiga ponsel, serta uang taruhan tunai senilai Rp 3.060.000.

”Pengungkapan kasus ini bukan kejadian pertama. Kami kerap menerima laporan warga yang resah karena jalan umum dipakai balapan liar. Begitu kita tindak, ternyata balapan sepeda ini juga dijadikan sarana perjudian,” tegas Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman.

Penelusuran Radar Buleleng di platform TikTok mengungkap bahwa dua nama joki dan geng mereka cukup naik daun di dunia maya. 

Untuk menarik perhatian dan pengikut, mereka bahkan membagikan poster ajang balapan.

Untuk menghindari gertakan polisi, jaringan balap sepeda ini tergolong rapi. Mereka menerjunkan 'tim pemantau' menggunakan sepeda motor untuk memantau pergerakan aparat sebelum balapan dimulai. 

Trik ini membuat aksi balap sepeda liar mereka sempat tenang melenggang selama lebih dari satu bulan.

Mengenai uang taruhan Rp 3 juta lebih yang diamankan, polisi menyebut dana tersebut dikumpulkan secara swadaya dari para penonton dan pendukung kelompok. 

Nominalnya bervariasi, mulai dari Rp20 ribu, Rp50 ribu, hingga Rp100 ribu per orang.

Aksi nekat para remaja ini mengundang keprihatinan sekaligus respons unik dari pengurus olahraga setempat. 

Fenomena jagoan jalanan ini disayangkan mengingat Buleleng akan menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027 mendatang.

Ketua Pengurus Kabupaten Ikatan Sport Sepeda Indonesia (Pengkab ISSI) Buleleng, Ni Kadek Turkini, justru membuka pintu lebar-lebar bagi para remaja tersebut untuk dibina menjadi atlet profesional.

”Kami di ISSI Buleleng siap menampung dan mendidik anak-anak ini agar energi dan bakat sepeda mereka terarah ke jalur pembinaan resmi. Apalagi usia mereka sangat potensial,” ujar Turkini yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Buleleng.

ISSI Buleleng juga berencana membangkitkan kembali kejuaraan sepeda antar pelajar yang sempat tertunda sebagai wadah resmi penyaluran bakat anak muda.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Buleleng, I Putu Kariaman Putra, menegaskan bahwa pendampingan hukum terhadap anak-anak di bawah umur tersebut terus berjalan.

”Saat BAP di kepolisian kami dampingi. Setelah pemeriksaan, anak-anak dikembalikan ke orang tua masing-masing dan kami upayakan proses diversi,” terang Kariaman.

Aksi tegas kepolisian ini rupanya memberikan efek jera yang instan. Setelah penggerebekan tersebut, arena balap sepeda liar di Singaraja mendadak sepi. 

Para remaja yang ogah berurusan dengan hukum kini disebut beralih ke hobi baru, yaitu  memelihara dan melombakan ikan cupang.

Meski demikian, Polres Buleleng menegaskan proses hukum terkait tindak pidana perjudian tetap berlanjut ke tahap pemberkasan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Kriminal Singaraja Porprov Bali 2027 ISSI Buleleng Balap Liar Buleleng Polres Buleleng