SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemkab Buleleng mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat untuk menekan kasus kecelakaan maut yang terjadi di Buleleng.
Belum lama ini, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, memboyong jajarannya mendatangi Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI di Jakarta. Kunjungan itu dilakukan pada Kamis (1/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut Pemkab Buleleng mengajukan permohonan bantuan perlengkapan jalan berupa guardrail atau pagar pengaman, penambahan lampu lalu lintas (traffic light), hingga armada bus sekolah baru.
Bupati Sutjidra menegaskan bahwa usulan sektor perhubungan ini sangat mendesak guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, mengurangi kemacetan, serta menjamin keselamatan pengguna jalan di Buleleng.
Salah satu fokus utama adalah pemasangan pengaman jalan (guardrail) di jalur-jalur rawan kecelakaan.
Adapun jalur yang dimaksud adalah Jalan Raya Denpasar-Lovina via Desa Tigawasa. Jalur ini kerap memicu kecelakaan lalu lintas yang berujung korban jiwa.
”Jalur dari Bedugul menuju Lovina misalnya, itu kan medannya sangat curam dan berliku. Titik-titik rawan ini harus mendapat perhatian serius, dan Kemenhub sebenarnya sudah mengantongi peta lokasi mana saja yang butuh pengaman jalan,” terang Sutjidra.
Sebagai catatan, pada April 2026 lalu Pemkab Buleleng sempat memperoleh alokasi bantuan pengaman jalan sepanjang 212 meter di ruas Jalan Kaliasem–Tigawasa bernilai Rp 2,4 miliar dari Kemenhub.
Selain pengaman jalan, Sutjidra juga mengusulkan pengadaan dan penambahan traffic light di sejumlah persimpangan padat kendaraan.
Kurangnya lampu isyarat lalu lintas di percabangan jalan kerap memicu penumpukan arus kendaraan dan potensi benturan antar pengendara.
Pemasangan traffic light terakhir di Buleleng sendiri dilakukan pada tahun 2025 lalu di Simpang Lokapaksa, Kecamatan Seririt.
Sutjidra juga mengusulkan penambahan armada bus sekolah gratis untuk mendampingi dua unit bus berukuran sedang milik Dinas Perhubungan Buleleng yang beroperasi sejak 2017.
Penambahan armada ini dipandang krusial untuk mencegah siswa di bawah umur membawa kendaraan bermotor sendiri, sekaligus menekan angka kecelakaan pelajar dan mengurai kemacetan di jam berangkat-pulang sekolah.
”Dulu Buleleng dapat bus ukuran sedang. Nah untuk usulan kali ini, kami harap bisa dapat bus yang ukurannya agak lebih kecil agar lebih lincah bermanuver di jalur-jalur perkotaan maupun pedesaan Buleleng,” tandas Sutjidra. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng