SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyalur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Buleleng mengalami perubahan.
Mulai 5 Oktober 2026, insentif yang sebelumnya diberikan secara tetap sebesar Rp 6 juta disesuaikan menjadi Rp 2.000 untuk setiap porsi makanan yang didistribusikan dan dikonsumsi dalam kondisi baik.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng, Rusdianto, mengatakan penyesuaian tersebut mulai diterapkan sejak Senin (5/10/2026).
Pembayaran insentif dilakukan setiap hari dengan nominal yang berbeda pada masing-masing SPPG, menyesuaikan jumlah porsi yang disalurkan.
“Sudah kami lakukan penyesuaian dari adanya surat edaran yang kami terima. Awalnya Rp6 juta menjadi Rp2.000 per porsi atau per ompreng,” kata Rusdianto, Selasa (6/10/2026).
Menurut dia, insentif tersebut berlaku untuk porsi MBG yang disalurkan kepada penerima manfaat di sekolah maupun kelompok penerima manfaat 3B, termasuk layanan di posyandu.
Namun, tidak seluruh makanan yang disiapkan otomatis dihitung sebagai dasar pembayaran insentif.
Rusdianto menegaskan, porsi yang tidak dikonsumsi atau makanan yang kondisinya tidak baik tidak dapat dihitung dalam pembayaran. Untuk makanan yang rusak atau mengalami masalah kualitas, SPPG tidak mendapatkan insentif atas porsi tersebut.
Sementara untuk makanan yang sama sekali tidak dikonsumsi penerima manfaat, penyesuaian jumlah porsi dapat dilakukan sepanjang kondisi tersebut dapat dibuktikan secara valid.
Dengan demikian, pembayaran insentif tetap mengacu pada jumlah makanan yang benar-benar dikonsumsi dalam kondisi baik.
“Intinya dikonsumsi dalam keadaan baik,” tegasnya.
Pihak sekolah juga diwajibkan segera mengonfirmasi apabila terdapat makanan yang tidak dikonsumsi atau kondisinya kurang baik.
Makanan yang bermasalah akan ditarik, sedangkan makanan yang tidak dikonsumsi dapat didistribusikan kembali kepada pihak lain yang membutuhkan agar tidak terbuang.
Rusdianto menyebut, berdasarkan pengecekan pada hari pertama penerapan skema baru, seluruh distribusi yang tercatat masih terserap.
Belum terdapat informasi mengenai pengurangan pembayaran akibat adanya porsi yang ditolak atau tidak tersalurkan.
Di sisi lain, jumlah penerima manfaat masih dapat berubah mengikuti kondisi di lapangan. Penambahan siswa maupun penyesuaian jumlah penerima manfaat kelompok 3B membuat jumlah porsi yang didistribusikan setiap SPPG bersifat fluktuatif.
Saat ini, Buleleng memiliki 41 SPPG yang sudah beroperasi. Selain itu, terdapat lima SPPG yang telah terbangun tetapi masih berstatus on hold atau menunggu untuk dioperasikan.
Total distribusi yang tercatat mencapai 101.039 porsi. Jumlah tersebut bersifat fluktuatif karena mengikuti perubahan kebutuhan masing-masing kelompok penerima manfaat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng