SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Rencana relokasi sementara bagi puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Tasbih dan Jalan Angsana, Singaraja, resmi dibatalkan.
Keputusan ini diambil usai para pedagang menolak opsi pemindahan lokasi berjualan selama proyek rehabilitasi drainase dan trotoar oleh Dinas PU-Perkim Buleleng berlangsung.
Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, I Ketut Mas Angarta Tenaya mengatakan, pihaknya sebenarnya telah melakukan sosialisasi awal hingga penyiapan lokasi penampungan sementara bagi para PKL.
Guna memastikan kenyamanan pedagang selama perbaikan saluran air, Perumda Pasar sejatinya telah menyiapkan lapak sementara di tiga titik, yakni Jalan Angsoka, Jalan Melur, dan Jalan Seruni.
”Fasilitas pendukung seperti sambungan listrik, air bersih, hingga penomoran lapak sudah kami sediakan di tiga jalan tersebut. Pada sosialisasi awal, 33 pedagang yang mengelola total 48 lapak ini sebenarnya sudah setuju,” ungkap Mas Angarta, Kamis (8/10/2026).
Keresahan mulai terjadi saat Perumda Pasar mengundang para PKL untuk melakukan pengundian nomor lapak sementara agar adil dan menghindari perebutan lokasi di tempat baru.
Namun, saat proses pengundian hendak dijalankan, para pedagang mendadak menolak dan memilih tetap bertahan di lokasi lama.
Mas Angarta menduga penolakan tersebut dipicu kekhawatiran berlebih dari para pedagang yang takut diusir atau direlokasi secara permanen dari Jalan Tasbih.
”Mungkin pedagang khawatir akan digusur permanen. Padahal dari awal kami tegaskan ini hanya relokasi sementara selama pengerjaan proyek proyek fisik demi keamanan pedagang dari debu dan pengerukan. Kami bahkan sudah siapkan surat pernyataan tertulis bahwa setelah pengerjaan selesai, mereka silakan kembali berjualan di sana,” bebernya.
Merespons penolakan warga dan hasil mediasi bersama Komisi II DPRD Buleleng serta Dinas PUPR, Perumda Pasar sepakat membatalkan skema relokasi sementara tersebut.
Pengerjaan rehabilitasi drainase dan trotoar kini akan dilakukan secara bertahap. Para PKL diizinkan tetap berdagang di lokasi semula dengan hanya menggeser sedikit lapak mereka sesuai titik pengerjaan alat berat di lapangan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng