Fashion Road Show ”Wastra Hitakara” di Buleleng: Ajang Unjuk Karya Perajin dan Desainer

Eka Prasetya • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 06:19 WIB
UNJUK KARYA: Ajang fashion show bertajuk "Wastra Hitakara" yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik pada Kamis (9/10/2026). (Pemprov Bali)
UNJUK KARYA: Ajang fashion show bertajuk "Wastra Hitakara" yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik pada Kamis (9/10/2026). (Pemprov Bali)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Ada yang berbeda di Gedung Kesenian Gde Manik, pada Kamis (8/10/2026) sore.

Jika biasanya lokasi tersebut digunakan sebagai ajang pertemuan, sore itu Gedung Kesenian disulap menjadi panggung bagi para perajin dan desainer untuk unjuk karya.

Mereka menunjukkan karya terbaik dalam ajang Fashion Road Show bertajuk “Wastra Hitakara” yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bali berkolaborasi dengan Dekranasda Buleleng.

Ketua Dekranasda Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menyambut hangat ajang bergengsi ini. 

Menurutnya, pelestarian wastra Buleleng tidak boleh berhenti pada nilai tradisi, melainkan harus dikembangkan secara kreatif menjadi produk kriya bertaraf fashion modern tanpa menghilangkan nilai budayanya.

”Wastra bukan sekadar kain atau produk sandang, tetapi terkandung nilai budaya dan sejarah yang tinggi. Kita tidak perlu jauh-jauh mencari ide; cukup memetakan dan mengasah potensi kain yang sudah kita miliki di Buleleng lalu kita beri nilai tambah lewat inovasi desain,” ujar. Wardhany.

Menurutnya pembinaan terhadap perajin dan pelaku UMKM tenun harus menyasar hulu ke hilir. 

Tak hanya teknis produksi, kemampuan mendesain, pengemasan merek (branding), hingga strategi pemasaran digital wajib ditingkatkan secara bertahap.

Ia menekankan Fashion Road Show harus menjadi pemicu kolaborasi jangka panjang antara desainer, perajin, serta model lokal Buleleng.

”Jangan sampai ajang ini berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Kegiatan seperti inilah yang menjadi ruang promosi agar perajin kita terbuka wawasannya, meningkatkan kualitas karyanya, hingga berhasil naik kelas,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster mendorong penjaringan talenta dari tingkat kabupaten. 

Ia meminta Dekranasda Buleleng rutin melakukan inkubasi bagi perajin dan desainer muda agar siap difasilitasi ke panggung yang lebih luas oleh Pemerintah Provinsi Bali.

”Harapan titiang, tolong bina UMKM, para desainer, dan model-model lokal kita di kabupaten. Jika di daerah sudah terbina dengan matang, Dekranasda Provinsi Bali akan lebih mudah menjaring mereka untuk melompat lebih jauh ke panggung nasional bahkan internasional,” ungkap Ny. Putri Koster. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Putri Koster Wastra Buleleng Dekranasda Bali Ny. Wardhany Sutjidra