SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pengusutan kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 16 murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Banjar Jawa, Singaraja, terus bergulir.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng menerjunkan tim surveilans dan kesehatan lingkungan untuk menguji seluruh potensi cemaran di sekitar sekolah.
Tak hanya sampel menu Makan Bergizi Gratis (MBG), petugas juga mengambil sampel jajanan kantin sekolah, dagangan pedagang kaki lima di sekitar sekolah, hingga kualitas air bersih.
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto mengatakan, hingga kini pihak medis belum dapat menyimpulkan penyebab pasti yang memicu pusing, mual, dan sakit perut pada belasan siswa tersebut.
”Tim surveilans, sanitasi lingkungan, hingga tim dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah turun ke lapangan. Kami belum bisa memastikan apakah pemicunya murni dari MBG (Makan Bergizi Gratis) atau faktor lain karena sampelnya masih diuji,” ujar dr. Sucipto, Sabtu (10/10/2026).
Guna mendapatkan hasil akurat, Dinkes Buleleng mengirimkan sampel makanan dan bahan baku tersebut ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Buleleng serta Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali.
Pengujian laboratorium ini menyasar berbagai aspek, mulai dari kualitas bahan mentah, tingkat kebersihan sarana pengolahan, hingga potensi kesalahan waktu konsumsi.
”Jika melihat gejala klinis para siswa, memang ada kaitan erat dengan makanan. Karena itu kami investigasi menyeluruh, termasuk menguji makanan dari pedagang di luar gerbang sekolah,” terangnya.
Pihak Dinkes Buleleng memastikan tim Satgas Keamanan Pangan akan terus memperketat pengawasan di lingkungan sekolah guna memastikan kondisi kesehatan para siswa yang dirawat kembali pulih dan meminimalkan risiko kasus susulan.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 16 orang siswa menunjukkan gejala keracunan makanan pada Selasa (6/10/2026) lalu.
Hingga Jumat (9/10/2026), masih ada tiga orang siswa yang menjalani perawatan di RSUD Buleleng maupun RSU Parama Sidhi karena peristiwa keracunan tersebut. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng