SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gejolak keterbatasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Bali mulai berdampak terhadap mata pencaharian warga di Buleleng.
Ketersediaan stok yang minim sejak Minggu (11/10/2026) memicu antrean panjang kendaraan di area perkotaan Singaraja, sementara sejumlah SPBU lainnya terpaksa tutup sementara.
Berdasarkan pantauan di lapangan hingga Selasa (13/10/2026), antrean kendaraan mengular terlihat di beberapa titik vital, seperti SPBU Banyuasri, SPBU Jalan Ahmad Yani, SPBU Jalan Gajah Mada, dan SPBU Baktiseraga.
Sebaliknya, kondisi di kawasan pesisir barat seperti SPBU Anturan, Lovina, dan Dencarik relatif lebih terkendali meski tetap diserbu warga dari wilayah kota.
Dampak kelangkaan BBM ini dirasakan langsung oleh Made Wijaya Kusuma, 28, warga Desa Sari Mekar yang berprofesi sebagai pengemudi ojek online (ojol).
Ia mengaku sudah kesulitan berburu BBM jenis Pertalite sejak Minggu (11/10/2026) hingga sempat terpaksa membeli bensin eceran dengan harga lebih mahal.
Guna mengisi tangki kendaraannya, Wijaya bahkan harus menyisir sejumlah SPBU dari wilayah selatan hingga ke arah barat Singaraja.
”Dari rumah saya di Desa Sari Mekar lewat beberapa SPBU. Di SPBU Sukasada stok bensin kosong, sedangkan SPBU di kawasan kota antreannya panjang. Akhirnya saya geser ke SPBU Anturan. Di sana memang ada antrean, tapi tidak separah yang di kota,” cerita Wijaya, Selasa (13/10/2026).
Sulitnya mendapatkan pasokan BBM membuat Wijaya dan sejumlah rekannya sesama pengemudi ojol terpaksa menghentikan aktivitas narik (off bid).
Ia mengaku tidak berani mengambil risiko membawa penumpang atau pesanan barang lantaran khawatir sepeda motornya mendadak mogok di tengah jalan akibat kehabisan bensin.
”Sementara terpaksa off bid dulu sampai pasokan bensin kembali normal. Sekarang diam di rumah saja dulu daripada berisiko mogok di jalan saat bawa penumpang,” keluhnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng