Amor ing Acintya. Pekerja Migran Asal Desa Penglatan Buleleng Meninggal saat Merantau di Mesir

Eka Prasetya • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:15 WIB
RUMAH DUKA: Tim dari Disnaker Buleleng dan BP3MI Buleleng datang ke rumah duka untuk menyampaikan duka cita atas meninggalnya pekerja migran asal Desa Penglatan, Buleleng. (Pemkab Buleleng)
RUMAH DUKA: Tim dari Disnaker Buleleng dan BP3MI Buleleng datang ke rumah duka untuk menyampaikan duka cita atas meninggalnya pekerja migran asal Desa Penglatan, Buleleng. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Duka menyelimuti warga Banjar Dinas Sanih, Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng. 

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Kadek Wendy Damayanti, 23, dilaporkan meninggal dunia saat merantau sebagai terapis spa di Mesir.

Mendiang bekerja di Hotel Rixos Radamis, Sharm el-Sheikh, sebuah kawasan resor yang berjarak sekitar 500 kilometer dari ibu kota Kairo.

Peristiwa duka tersebut bermula pada Senin (5/10/2026). Saat tengah beraktivitas, korban mendadak jatuh pingsan hingga harus dilarikan ke Pusat Kesehatan Sharm el-Sheikh untuk mendapatkan pertolongan medis emergency.

Berdasarkan hasil diagnosis tim medis setempat, korban mengalami dehidrasi berat yang memicu syok hipovolemik, sehingga organ jantungnya tidak mampu memompa darah secara optimal.

Diduga mendiang kelelahan di tengah kondisi panas ekstrem yang melanda Eropa dan Timur Tengah.

Setelah memproses dokumen administrasi dan kepulangan di Mesir, jenazah korban akhirnya dipulangkan ke tanah air menggunakan penerbangan Turkish Airlines pada Sabtu (10/10/2026).

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan ESDM (Disnakertrans ESDM) Buleleng, Putu Arimbawa, mengonfirmasi kabar duka tersebut. 

Pihaknya memastikan telah memfasilitasi penjemputan dari bandara hingga kepulangan jenazah menuju rumah duka.

”PMI di Mesir ini meninggal dunia karena sakit. Jenazah sudah dipulangkan dan hari ini (Selasa 13 Oktober 2026), dilaksanakan upacara pengabenan di Desa Penglatan,” kata Arimbawa, Selasa (13/10/2026).

Terkait status ketenagakerjaan almarhumah, Arimbawa menjelaskan bahwa korban sejatinya berangkat dan bekerja secara legal melalui jalur resmi di Mesir. Keberangkatannya kali ini bahkan merupakan kontrak kerja kedua baginya.

Kendati demikian, nama korban sempat tidak muncul dalam sistem pendataan Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Siskop BP3MI) lantaran masa berlaku visa dan kontrak lamanya telah habis.

”Menurut informasi yang kami terima dan hasil verifikasi ke pihak keluarga, dokumen kerja dan kontraknya lengkap. Ini keberangkatan beliau yang kedua. Bulan Agustus lalu almarhumah sempat pulang ke Buleleng untuk liburan, kemudian kembali lagi bekerja ke Mesir,” jelas Arimbawa.

Pihak Pemkab Buleleng melalui Disnakertrans juga telah mendampingi pihak keluarga selama proses penerimaan jenazah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini PMI Buleleng Meninggal Disnakertrans Buleleng Desa Penglatan Buleleng PMI Mesir Meninggal