Pasokan BBM ke SPBU Buleleng Disebut Mulai Normal Malam Ini, Pemerintah Imbau Warga Tak Panik

Eka Prasetya • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:33 WIB
PANTAU PASOKAN: Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta (pakai rompi) memantau antrean kendaraan bermotor di SPBU Gajah Mada, Singaraja. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)
PANTAU PASOKAN: Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Buleleng, Dewa Made Sudiarta (pakai rompi) memantau antrean kendaraan bermotor di SPBU Gajah Mada, Singaraja. (Eka Prasetya/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdagperinkop-UKM) Buleleng memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Buleleng berangsur pulih mulai Selasa (13/10/2026) malam hingga Rabu (14/10/2026) besok.

Kepala Disdagperinkop-UKM Kabupaten Buleleng, Dewa Made Sudiarta menjelaskan, fenomena antrean kendaraan yang terjadi selama beberapa hari terakhir dipicu oleh kendala teknis keterlambatan pengiriman armada tangki dari Terminal BBM (Depo) Manggis, Karangasem.

Guna mengatasi keterbatasan tersebut, Pertamina telah melakukan percepatan proses sandar kapal pengangkut BBM di Depo Manggis untuk memperkuat ketersediaan stok seluruh wilayah Bali, termasuk Buleleng.

”Kemarin memang ada keterlambatan pasokan stok BBM dari Depo Manggis ke SPBU-SPBU yang menyebabkan terjadinya antrean dan keterbatasan di sebagian besar titik. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Depo Manggis dan Pemprov Bali. Pertamina telah memaksimalkan percepatan sandar kapal untuk melayani kebutuhan Bali, khususnya Buleleng,” ujar Dewa Made Sudiarta, Selasa (13/10/2026).

Sudiarta mengungkapkan, pada kondisi normal, rata-rata SPBU di Buleleng menerima pasokan BBM bersubsidi jenis Pertalite maupun Solar sebanyak 16 kiloliter (KL) per pengiriman. 

Namun, akibat penyesuaian distribusi se-Bali di Depo Manggis, setiap SPBU sementara waktu menerima alokasi proporsional sebesar 8 KL per hari.

Kendati demikian, ia menjamin pasokan BBM akan kembali disalurkan secara maksimal mulai Selasa (12/10/2026) malam.

”Kemarin dan hari ini SPBU menerima pasokan 8 KL. Nanti malam akan ada dropping pasokan lagi secara masif dari Depo Manggis. Secara garis besar, Pertamina menjamin stok BBM Bali dan Buleleng aman terkendali,” tegasnya.

Terkait masih adanya antrean kendaraan di beberapa titik pada Selasa (13/10/2026), Sudiarta menilai hal tersebut terjadi karena akumulasi warga yang belum sempat mengisi bensin pada hari sebelumnya. 

Berdasarkan pantauan langsung Disdag di 4 titik SPBU di Buleleng hari ini, situasi perlahan mulai relatif terkendali.

Sudiarta menegaskan bahwa kondisi yang terjadi bukanlah kelangkaan pasokan, melainkan penyesuaian pada rantai distribusi yang kini tengah diselesaikan oleh Pertamina. 

Ia memprediksi situasi di seluruh SPBU akan kembali beroperasi normal seperti sedia kala.

”Kami menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak memborong BBM (panic buying). Sebenarnya tidak ada kelangkaan, hanya ada penyesuaian jadwal distribusi dari kapal ke depo. Kami harap warga membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan harian,” pungkasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini BBM Langka di Buleleng Pertalite Singaraja SPBU Buleleng