Imbas Keracunan di SDN 3 Banjar Jawa: SPPG Penyuplai Kena Sanksi Pembekuan

Eka Prasetya • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 12:35 WIB
USUT PENYEBAB: Suasana di SDN 3 Banjar Jawa. Sebanyak 16 orang siswa sempat dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, serta sakit perut mirip dengan gejala keracunan. (Francelino Junior/Radar Buleleng)
USUT PENYEBAB: Suasana di SDN 3 Banjar Jawa. Sebanyak 16 orang siswa sempat dilaporkan mengalami gejala mual, pusing, serta sakit perut mirip dengan gejala keracunan. (Francelino Junior/Radar Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pemerintah mengambil langkah tegas menyikapi kasus dugaan keracunan massal yang menimpa belasan siswa di SD Negeri 3 Banjar Jawa, Singaraja.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab menyuplai katering Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah tersebut resmi dibekukan (di-suspend) selama dua pekan ke depan.

Hal itu disampaikan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. Ia memastikan penghentian sementara operasional SPPG tersebut dilakukan untuk memberi ruang evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan, higienitas, hingga kelayakan sanitasi tempat pengolahan makanan.

”SPPG yang melayani SDN 3 Banjar Jawa sudah kita di-suspend selama dua minggu. Selama masa pembekuan ini, evaluasi total akan dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satgas Pemkab Buleleng,” tegas Sutjidra saat dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).

Adapun sanksi pembekuan itu telah diterbitkan Badan Gizi Nasional (BGN) sejak Rabu (7/10/2026). SPPG yang dibekukan adalah SPPG Buleleng Buleleng Kaliuntu.

Sutjidra tak menampik jika pembekuan izin operasional SPPG ini berdampak pada skema penyaluran program MBG di beberapa sekolah penerima manfaat lainnya di wilayah Singaraja.

”Dengan di-suspend-nya SPPG ini, sekolah lain tentu terkena dampak. Maka dari itu, sementara waktu pasokannya mungkin bisa dialihkan ke SPPG lain yang siap,” jelasnya.

Mengenai kepastian penyebab keracunan yang menimpa 16 siswa SDN 3 Banjar Jawa pada Selasa (6/10/2026) lalu, Sutjidra mengaku hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil uji sampel makanan resmi dari laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Buleleng.

Ia menegaskan, tim Dinkes Buleleng telah bertindak cepat menyisir lokasi dan mengambil sampel makanan saat laporan gejala mual, pusing, dan sakit perut mulai mengemuka di kalangan siswa.

”Setiap ada keluhan siswa yang mual atau mules setelah mengonsumsi MBG, tim Dinkes langsung turun ambil sampel makanan. Sampai hari ini saya belum menerima laporan resmi hasil uji laboratoriumnya. Yang jelas, langkah pencegahan awal dengan pembekuan SPPG dan evaluasi higienitas tempat pengolahan sudah kita jalankan,” tegas pria asal Desa Bontihing itu.

Sebelumnya, kasus dugaan keracunan di SDN 3 Banjar Jawa sempat menyisakan tanda tanya. 

Pihak sekolah mencatat sejumlah murid yang mengalami gejala medis ternyata ada yang tidak menyantap menu MBG, melainkan sempat mengikuti agenda imunisasi Diphtheria Tetanus (DT) serta mengonsumsi bekal bawaan dari rumah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Makan Bergizi Gratis Berita Buleleng Hari Ini Keracunan di Buleleng sdn 3 banjar jawa Nyoman Sutjidra