Antisipasi Warga Pingsan Saat Antre BBM, Buleleng Siagakan Nakes dan Ambulans di Semua SPBU

Francelino Junior • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:23 WIB
SIAGA: Ambulans Buleleng Emergency Service siaga di sekitar SPBU Banyuasri, Singaraja. Ambulans disiagakan di sekitar SPBU mengantisipasi terjadinya warga yang pingsan saat mengantre BBM.(Pemkab Buleleng)
SIAGA: Ambulans Buleleng Emergency Service siaga di sekitar SPBU Banyuasri, Singaraja. Ambulans disiagakan di sekitar SPBU mengantisipasi terjadinya warga yang pingsan saat mengantre BBM.(Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Maraknya antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Bali utara mulai memicu kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan warga. 

Merespons situasi tersebut, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menginstruksikan jajaran tenaga kesehatan (nakes) dan armada ambulans untuk bersiaga di sekitar SPBU.

Langkah tersebut diungkapkan Sutjidra usai membuka kegiatan Konsolidasi dan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Buleleng di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (15/10/2026). 

Ia mengaku prihatin atas insiden kelangkaan BBM di beberapa kawasan Bali yang sampai memakan korban, seperti warga yang tumbang dan pingsan akibat kelelahan usai mengantre berjam-jam di bawah terik matahari.

Guna mencegah hal serupa terjadi di Buleleng, Sutjidra menginstruksikan seluruh jajaran Puskesmas yang di wilayah kerjanya terdapat SPBU untuk bersiaga. 

Fasilitas kesehatan diminta merespons cepat jika ada warga yang mendadak mengalami gangguan kesehatan saat bertahan di barisan antrean BBM.

”Jadi kalau ada masyarakat yang antre BBM kemudian kelelahan atau mengalami masalah kesehatan lainnya, bisa segera diatasi dengan cepat oleh petugas medis di lapangan,” ujar Sutjidra, Kamis (15/10/2026).

Sutjidra meyakini jaringan fasilitas kesehatan milik Pemkab Buleleng sangat siap mengawal situasi darurat ini. 

Dari total 20 Puskesmas yang tersebar di sembilan kecamatan, jajarannya dinilai sanggup memantau operasional 21 SPBU yang ada di seluruh Kabupaten Buleleng.

Selain menerjunkan tim medis dan ambulans, Pemkab Buleleng juga mengerahkan personel Dinas Perhubungan (Dishub) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk membantu kepolisian dalam menjaga ketertiban, mengatur arus lalu lintas, dan menjaga kondusifitas di area SPBU.

Sutjidra menegaskan bahwa Pemkab Buleleng bersama instansi terkait akan terus mengawal pasokan serta kelancaran pendistribusian BBM ke masyarakat. 

Ia pun kembali mewanti-wanti agar warga tidak terprovokasi aksi panic buying dan membeli bahan bakar secukupnya sesuai kebutuhan harian.

”Masyarakat tidak perlu ikut panik seolah-olah BBM tidak ada. Stok BBM itu ada dan aman, hanya saja kita perlu bersabar menunggu proses pendistribusiannya sampai di SPBU,” tutup Sutjidra. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Puskesmas Buleleng Antrean BBM Buleleng bupati buleleng Nyoman Sutjidra