Sandar di Celukan Bawang Sejak 2018, FSO Cinta Natomas Bakal Dilelang

Francelino Junior • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 11:26 WIB
SUDAH TAHUNAN: Kapal tanker FCO Cinta Natomas milik Pertamina yang sandar di Pelabuhan Celukan Bawang. Kapal itu sudah sandar di dermaga sejak tahun 2018 lalu.
SUDAH TAHUNAN: Kapal tanker FCO Cinta Natomas milik Pertamina yang sandar di Pelabuhan Celukan Bawang. Kapal itu sudah sandar di dermaga sejak tahun 2018 lalu.

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kapal penampungan minyak raksasa Floating Storage Offloading (FSO) Cinta Natomas mulai menjalani pemeriksaan fisik dan penilaian nilai wajar sebagai Barang Milik Negara (BMN) hulu migas. 

Langkah ini merupakan tahapan sebagai dasar proses penghapusan dan pelelangan aset milik negara.

General Manager Zona 1 Regional 4 Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Zulfikar Akbar menjelaskan, pemeriksaan fisik ini merupakan kelanjutan dari rangkaian proses panjang yang telah diinisiasi sejak tahun 2025.

Pada 2025 lalu, kapal tersebut telah mengantongi persetujuan Formulir Usulan Pelepasan dan/atau Penghapusan Aset (FUPP) yang dilanjutkan dengan tahapan pembersihan tangki (decontamination).

Pelaksanaan penilaian fisik dilakukan secara sinergis melibatkannya SKK Migas, Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) Kementerian ESDM, serta Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) DJKN Kementerian Keuangan.

”Fase pembersihan FSO Cinta Natomas dimulai sejak 2025. Kini memasuki fase penilaian aset bersama KPKNL, dan kami akan mengawal setiap tahapannya hingga tuntas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Zulfikar Akbar, Kamis (15/10/2026).

Pemeriksaan fisik dilakukan secara mendetail langsung di atas kapal untuk menentukan estimasi nilai wajar secara akurat dan transparan sebelum diajukan ke meja lelang.

Sebelum masuk ke tahap penilaian fisik, kapal dipastikan telah memenuhi standar kebersihan serta keselamatan lingkungan yang ketat. 

Sejak 2025, proses pembersihan bertahap telah diterapkan pada 12 kompartemen tangki muatan dan 1 tangki slop.

Kapal bahkan sengaja dimiringkan secara teknis agar seluruh sisa residu minyak terkumpul dan mudah diangkat. 

Sementara itu, cairan di dalam tangki diproses menggunakan metode water treatment khusus hingga memenuhi kriteria baku mutu air laut untuk meminimalisasi risiko pencemaran perairan.

”Hasil pemeriksaan fisik dan penilaian ini akan menjadi dasar utama bagi tahapan penghapusan serta pelelangan FSO Cinta Natomas sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Zulfikar.

Untuk diketahui, kapal penampung minyak yang dikelola oleh PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field ini memiliki panjang mencapai 183,60 meter dengan bobot fantastis hingga 143.391 ton.

FSO Cinta Natomas sendiri telah bersandar di Jetty Curah Cair Pelabuhan Celukan Bawang sejak 16 Desember 2018 lalu, usai menempuh pelayaran selama lima hari dari Pelabuhan Tuban, Jawa Timur. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Pertamina EP Lelang Aset Negara FSO Cinta Natomas pelabuhan celukan bawang