SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Kodim 1609/Buleleng menegaskan kesiapannya untuk menerjunkan prajurit TNI sebagai operator bantuan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkah ini disiapkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan antrean dan kelelahan petugas di tengah krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melanda Pulau Dewata.
Meski demikian, hingga saat ini skema penebalan operator dari unsur TNI belum diterapkan di wilayah Bali utara.
Pasalnya, 21 SPBU yang tersebar di Kabupaten Buleleng dinilai masih sanggup mengover operasional pengisian dengan petugas internal masing-masing.
Komandan Kodim 1609/Buleleng, Letkol Inf Achmad Setyawan Syah menjelaskan, penerjunan personel TNI sebagai operator SPBU sementara ini diprioritaskan di kawasan rawan antrean ekstrem, seperti Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Hal tersebut menyusul permintaan langsung dari PT Pertamina (Persero) yang ditindaklanjuti Kodam IX/Udayana dengan menyiagakan sekitar 100 prajurit.
”Sementara di Buleleng belum diterapkan. Hasil pemantauan kami, seluruh SPBU di Buleleng masih mampu mengatur sif dan giliran kerja operator internalnya untuk melayani masyarakat,” ujar Achmad pada Jumat (16/10/2026).
Meski belum diterjunkan ke nozzle pengisian, perwira dengan dua melati di pundak ini memastikan bahwa jajaran Kodim 1609/Buleleng telah memetakan serta menyiapkan personel khusus yang siap digeser sewaktu-waktu.
Apabila pengelola SPBU di Buleleng mengajukan permohonan bantuan, para prajurit akan dibekali pelatihan singkat terlebih dahulu agar paham teknis operasional dispenser BBM sebelum bertugas di lapangan.
Ia menekankan perbantuan prajurit TNI di SPBU sama sekali bukan untuk mengambil alih atau merebut tugas karyawan. Melainkan untuk memperkuat pelayanan publik, khususnya pada jam-jam krusial saat antrean membeludak.
”Apabila memang dibutuhkan oleh pengelola SPBU untuk membantu sebagai operator, kami di Kodim 1609/Buleleng sangat siap,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng