Bupati Sutjidra Geram. Pertamina Ternyata Kurangi Pasokan BBM ke Buleleng Hingga 50 Persen

Francelino Junior • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:10 WIB
AWASI SPBU: Aparat mengawasi SPBU Banyuasri imbas antrean panjang BBM. (Pemkab Buleleng)
AWASI SPBU: Aparat mengawasi SPBU Banyuasri imbas antrean panjang BBM. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Penanganan krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) di kawasan Bali utara memicu emosi pimpinan daerah. 

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra tak mampu menyembunyikan kekesalannya, lantaran pasokan BBM yang disuplai Pertamina ke Buleleng ternyata di bawah 50 persen dari kebutuhan riil masyarakat.

Ketimpangan dan minimnya pasokan dari hulu inilah yang disinyalir menjadi biang kerok utama yang melumpuhkan aktivitas warga serta memicu antrean horor berjam-jam di seluruh SPBU se-Kabupaten Buleleng.

Kekesalan tersebut diluapkan Bupati Sutjidra usai memimpin rapat terbatas jajaran Pemkab Buleleng bersama perwakilan PT Pertamina di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Sabtu (17/10/2026). 

Rapat maraton yang berlangsung hampir dua jam itu digelar untuk menyisir data riil pasokan agar tidak memicu simpang siur informasi di tengah masyarakat yang sudah lelah.

”Ternyata Buleleng cuma diberikan alokasi BBM di bawah 50 persen dari kebutuhan yang ada. Ini yang bikin masalah besar di lapangan,” tegas Sutjidra pada Sabtu (17/10/2026).

Sutjidra mengungkapkan ketimpangan distribusi tersebut sangat diskriminatif karena mengorbankan masyarakat Buleleng yang telah mengantre selama sepekan terakhir. 

Dari data pengiriman BBM dari Depo Manggis (Karangasem) per Sabtu (17/10/2026), dari total 20 SPBU yang beroperasi di Kabupaten Buleleng, Pertamina hanya mengirimkan pasokan untuk 1 SPBU saja, yakni SPBU Dencarik. 

Sementara 19 SPBU lainnya tidak masuk sama sekali dalam daftar pengiriman dan justru didominasi untuk wilayah Bali selatan.

”Buleleng punya 20 SPBU, dari sekian banyak itu hanya satu SPBU yang dapat pasokan hari ini. Ini  kan tidak adil sekali. Kasihan masyarakat kita antre berjam-jam menunggu sesuatu yang tidak ada kepastiannya,” kata Sutjidra.

Fakta mengejutkan lain yang terungkap dalam rapat tersebut adalah pasokan BBM jenis Pertalite ke Buleleng bahkan sempat menyentuh angka 0 kiloliter alias terhenti total sejak Jumat (16/10/2026) hingga Sabtu (17/10/2026). Padahal pada Selasa (13/10/2026), distribusi sempat mencapai angka tertinggi sebanyak 356 kiloliter.

Berdasarkan data pemantauan Pemkab Buleleng per Sabtu pagi pukul 08.51 WITA, ketersediaan stok BBM di Bali utara berada di titik kritis.

Pertalite misalnya, dari kebutuhan sebanyak 349 ribu liter per hari, kini hanya tersisa 172.615 liter.

Pertamax dari kebutuhan normal 132 ribu liter per hari, kini anjlok drastis menyisakan 9.066 liter.

Sementara Pertamax Turbo dari kebutuhan normal 774 liter, kini hanya tersisa 18 liter saja.

Pihak Pertamina memetakan, dari 20 SPBU di Buleleng, saat ini stok Pertalite di 7 SPBU dalam kondisi kritis dengan durasi ketahanan bensin yang diperkirakan bakal ludes hanya dalam waktu 2 jam saja sejak pengisian.

Disinggung mengenai kebijakan sistem pengisian ganjil-genap sesuai instruksi Gubernur Bali, Bupati Sutjidra menegaskan Buleleng belum menerapkan aturan ganjil-genap pada Sabtu (17/10/2026). 

Pertimbangannya, banyak masyarakat yang sudah terlanjur mendorong dan mengantrekan kendaraannya di SPBU sejak sehari sebelumnya.

Pemkab Buleleng memilih untuk mengedepankan kondusifitas dan keselamatan warga terlebih dahulu agar tidak memicu gesekan di area SPBU.

”Untuk hari ini ganjil-genap belum kita terapkan karena kasihan warga yang sudah antre dari kemarin. Kebijakan ganjil-genap serta pembatasan literan baru akan kita berlakukan secara efektif mulai Minggu (18/10/2026) besok,” pungkas Sutjidra. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
Berita Buleleng Hari Ini Kelangkaan BBM Buleleng Pertamina Buleleng bupati buleleng Nyoman Sutjidra