SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng terus memperketat pengawasan dan gencar melakukan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Selama periode September hingga Oktober 2026, BNNK Buleleng menggelar tes urine maraton di 19 lokasi strategis yang menyasar aparatur sipil negara, pegawai instansi pemerintah, petugas lapangan, pelajar, hingga masyarakat umum.
Rangkaian deteksi dini yang dipimpin langsung oleh Kepala BNNK Buleleng bersama Tim Rehabilitasi serta Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) tersebut berhasil menjaring 14 orang yang terindikasi positif mengonsumsi zat terlarang.
Pemeriksaan tes urine dilakukan secara bertahap di berbagai dinas dan wilayah, mulai dari Kantor Desa Bengkala, SMPN 3 Tejakula, SMPN 4 Seririt, Dinas Damkar, RSUD Buleleng, RSUD Giri Emas, Kantor Camat Buleleng, BKPSDM, PDAM, BPBD, BKAD, Bappenda, DPMPTSP, Satpol PP Buleleng, hingga kawasan Pelabuhan Celukanbawang.
Dari keseluruhan pemeriksaan medis tersebut, sampel tes urine 14 orang terbukti positif mengandung zat berbahaya seperti amfetamin, metamfetamin, hingga benzodiazepin.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Tim Rehabilitasi BNNK Buleleng langsung melakukan pendalaman riwayat penggunaan zat guna memberikan rekomendasi penanganan medis yang tepat.
Bagi warga maupun aparatur yang memerlukan penanganan intensif, BNNK mengarahkan rujukan rehabilitasi rawat inap di Rumah Sakit Manah Shanti Mahottama, Bangli.
Kepala BNNK Buleleng, Komang Yuda Murdianto, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai komitmen pemulihan dan mencegah potensi ketergantungan berulang.
”Beberapa di antaranya sudah kami arahkan untuk menjalani proses rehabilitasi, sementara yang lain masih menunggu hasil keputusan penanganan. Kami di BNNK Buleleng dipastikan masih terus melanjutkan giat deteksi dini tersebut ke depannya,” tegas Komang Yuda Murdianto.
Selain menggencarkan tes urine secara berskala di instansi pemerintah dan lingkungan pendidikan, BNNK Buleleng juga menyiapkan langkah taktis lanjutan melalui operasi gabungan bersama unsur TNI dan Polri demi memperketat ruang gerak peredaran gelap narkotika di wilayah Bali utara. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng