SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Gelombang cuaca ekstrem yang disertai hujan dengan intensitas tinggi memicu rentetan kejadian bencana alam di wilayah Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, setidaknya terdapat tiga titik lokasi yang mengalami kerusakan bangunan akibat amukan cuaca buruk dalam rentang waktu Minggu (1/11/2026) hingga Senin (2/11/2026).
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan kaji cepat serta mendistribusikan bantuan logistik darurat ke lokasi-lokasi terdampak.
”Begitu menerima laporan, Tim TRC langsung bergerak turun ke lapangan untuk melaksanakan assessment dan menyerahkan bantuan logistik darurat berupa terpal, matras, serta selimut kepada para warga yang bangunan rumahnya mengalami kerusakan,” ujar I Gede Suyasa, Selasa (3/11/2026).
Peristiwa pertama terjadi pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 03.00 WITA di Banjar Dinas Bubunan, Desa Tinga-Tinga.
Hujan deras dengan intensitas tinggi mengakibatkan bangunan kamar suci berukuran 8×4 meter mengalami kerusakan parah pada bagian atap seluas 5×4 meter.
Bangunan dengan konstruksi genteng, rangka kayu, serta plafon bedeg tersebut mengalami kategori kerusakan sedang dengan taksiran kerugian material mencapai Rp 5 juta.
Tak berselang lama, di hari yang sama pada pukul 02.15 WITA, musibah serupa menimpa sebuah bangunan dapur berukuran 3×4 meter milik warga di Banjar Taman Sari Mekar, Desa Gerokgak.
Bangunan dapur beratap genteng dan berdinding kain tersebut ambruk akibat tergerus cuaca ekstrem, dengan kategori kerusakan ringan serta kerugian yang ditaksir mencapai sekitar Rp 3 juta.
Sebelumnya, cuaca buruk juga memicu pohon jenis intaran tumbang di Banjar Dinas Sumber Kesambi pada Minggu (1/11/2026) dini hari pukul 02.15 WITA.
Batang pohon menimpa atap rumah warga berkonstruksi rangka kayu dengan luas area terdampak sekitar 3×6 meter.
Selain itu, terjangan pohon tumbang juga merusak Pelinggih Surya hingga patah serta berdampak pada Pelinggih Kemulan, dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp 3 juta.
I Gede Suyasa memastikan bahwa dari seluruh rangkaian musibah di tiga titik tersebut, tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka yang dilaporkan.
Pihaknya terus mengimbau masyarakat Buleleng untuk meningkatkan kewaspadaan menyikapi potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah setempat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng