Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lapter Letkol Wisnu Disiapkan Jadi Pusat Industri Dirgantara di Bali Utara

N
LAPANGAN TERBANG: Suasana di Lapangan Terbang Letkol Wisnu di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, saat masih digunakan lokasi latihan sekolah penerbangan BIFA.
LAPANGAN TERBANG: Suasana di Lapangan Terbang Letkol Wisnu di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, saat masih digunakan lokasi latihan sekolah penerbangan BIFA.

RadarBuleleng.id - Lapangan Terbang (Lapter) Letkol Wisnu di Kabupaten Buleleng, Bali, diproyeksikan menjadi lokasi baru industri dirgantara di kawasan Indonesia tengah dan timur. 


Advertisement

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) menggandeng Dinas Perhubungan Provinsi Bali untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul, guna memperkuat ekosistem industri kedirgantaraan nasional.

Posisi Bali yang strategis di jalur penerbangan domestik maupun internasional dinilai menjadi modal penting untuk mengembangkan kawasan ini sebagai pusat industri Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat. 

Melihat peluang tersebut, PTDI yang juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut, menjajaki kerjasama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga mitra industri untuk membangun ekosistem penerbangan terintegrasi di Bali Utara.

Advertisement

Salah satu langkah besarnya adalah rencana pendirian lembaga pelatihan berstandar nasional, Aircraft Maintenance Training Organization (AMTO) di kawasan Lapter Letkol Wisnu.

Melalui pembentukan AMTO, PTDI tidak hanya menghadirkan transfer ilmu dan teknologi, tetapi juga membuka peluang bagi generasi muda Bali untuk terjun ke dunia aviasi. 

Lembaga ini nantinya diharapkan mampu melahirkan tenaga teknisi pesawat bersertifikat yang siap masuk ke industri MRO.

Advertisement

“Pembentukan AMTO menjadi langkah awal memperkuat ekosistem aviasi di Bali Utara. Tujuannya bukan hanya membangun fasilitas, tetapi menyiapkan SDM berkompeten agar Bali bisa menjadi poros baru kegiatan aviasi nasional,” jelas Direktur Utama PTDI, Gita Amperiawan.

Menurutnya, Bali selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dunia, namun juga memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan industri penerbangan. 

Integrasi fasilitas pelatihan AMTO dan pusat MRO di Buleleng dinilai akan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi daerah dan nasional.

“Tahapan ini akan menghadirkan ekosistem aviasi utuh, mulai pendidikan, sertifikasi, hingga aktivitas industri,” tegasnya dalam penandatanganan nota kesepahaman antara Dishub Bali, PT Bali Widya Dirgantara, PT Bali Kerthi Byomantara, serta sejumlah perguruan tinggi di Bali.

Lapter Letkol Wisnu sebelumnya telah digunakan Bali International Flight Academy (BIFA) sebagai sekolah penerbangan. PTDI tinggal melakukan revitalisasi runway agar pesawat N219 dapat mendarat dan beroperasi.

“Letkol Wisnu sudah ideal. Tinggal peningkatan fasilitas runway agar memenuhi standar pesawat N219,” kata Gita.

Hal senada disampaikan Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Nyoman Ari. 

Menurutnya, bandara sudah dalam kondisi layak, hanya membutuhkan perbaikan runway dan apron agar sesuai standar AMTO.

“Karena dulu digunakan BIFA, beberapa standar dasar sudah terpenuhi. Namun runway dan apron tetap perlu peningkatan agar mengakomodasi operasional baru,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer