Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kepala Desa di Bali Pusing! Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih, Program Prioritas Terancam

N
Ilustrasi Koperasi Merah Putih
Ilustrasi Koperasi Merah Putih

Advertisement

 

RadarBuleleng.id - Kebijakan pengalihan Dana Desa untuk pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mulai menimbulkan kegelisahan di tingkat desa. 

Para kepala desa atau perbekel di Bali, mengaku pusing karena sebagian besar anggaran kini difokuskan untuk program prioritas pemerintah pusat. Sehingga berdampak pada tertundanya sejumlah program penting di desa.

Advertisement

Seperti di Denpasar. Perbekel Desa Padangsambian Kelod, I Gede Wijaya Saputra, mengungkapkan pemotongan Dana Desa sangat memengaruhi program yang telah disepakati dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang). Terutama program kesehatan dan infrastruktur dasar.

“Banyak sekali, dari Posyandu, kegiatan pencegahan stunting, hingga infrastruktur fisik seperti jalan desa dan saluran air,” ujarnya.

Ia menyebut, Dana Desa yang sebelumnya sekitar Rp 1,2 miliar per tahun kini menyusut drastis menjadi sekitar Rp 380 juta. 

Advertisement

Kondisi tersebut terjadi karena sekitar 65–70 persen anggaran dialokasikan untuk mendukung pembangunan Kopdes Merah Putih.

Meski demikian, pihak desa tetap berupaya menjalankan program tersebut karena merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Namun, sejumlah persyaratan dinilai cukup berat, salah satunya kewajiban menyediakan lahan minimal 10 are.

“Saat ini kami belum bisa menargetkan kelengkapan Koperasi Merah Putih itu, seperti lahan minimal 10 are untuk pembangunan gerai. Itu yang membuat kami kewalahan. Kami ini berdesa di wilayah kota, sehingga lahan menjadi permasalahan utama,” jelasnya.

Sebagai solusi sementara, desa memanfaatkan aset yang ada berupa bangunan toko berukuran 5x5 meter yang sebelumnya menjadi sumber pendapatan desa. Bangunan tersebut kini dialihfungsikan menjadi sekretariat Kopdes.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer