
RadarBuleleng.id - Puluhan mahasiswa bersama elemen masyarakat sipil yang tergabung dalam Aksi Bali Bergerak mendatangi Kantor DPRD Bali, Senin (22/6/2026) sore.
Dalam aksi tersebut, mereka menyuarakan berbagai kegelisahan terhadap kebijakan pemerintah pusat, mulai dari isu demokrasi, ekonomi, pendidikan, hingga dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahkan, dalam sejumlah orasi, program unggulan pemerintah tersebut diplesetkan menjadi "Mas Bowo Gagal".
Massa menilai program MBG perlu dievaluasi secara menyeluruh karena dinilai bermasalah, mulai dari kasus keracunan hingga dugaan penyimpangan anggaran.
Kedatangan massa aksi diterima langsung oleh Wakil Ketua III DPRD Bali I Komang Nova Sewi Putra bersama Anggota DPRD Bali Anak Agung Gede Sayoga dan I Made Supartha.
Dalam orasinya, peserta aksi menyoroti pola komunikasi pemerintah yang dinilai tidak memberikan ruang dialog yang sehat bagi masyarakat.
"Tidak pernah ada dialog yang mengutamakan isi. Menyuarakan MBG dan BBM selalu dibenturkan dengan masyarakat," teriak mahasiswa dari atas mobil komando.
Koordinator Lapangan Aksi Bali Bergerak, I Gusti Ngurah Oka Paramahamsa, menjelaskan pihaknya membawa 16 tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan lembaga negara terkait.
Sejumlah tuntutan tersebut mencakup evaluasi Undang-Undang Polri yang dinilai disahkan secara tergesa-gesa, peninjauan keterlibatan TNI dan Polri dalam ranah sipil, hingga perbaikan pola komunikasi publik pemerintah yang dianggap tidak efektif dan cenderung mengabaikan aspirasi masyarakat.



