
RadarBuleleng.id – Kunjungan lapangan Panitia Khusus Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (Pansus TRAP) DPRD Bali ke kawasan Amed, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (1/9/2026), berujung dramatis.
Rombongan wakil rakyat mendapat penolakan keras dari warga setempat hingga dipaksa angkat kaki dari lokasi.
Insiden pengusiran tersebut mendadak vilar di berbagai platform media sosial, khususnya facebook.
Dalam cuplikan video yang beredar luas, anggota DPRD Bali I Wayan Oka Antara terlihat sempat adu mulut dengan sejumlah warga yang menghadang.
Kedatangan tim yang dipimpin Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, sedianya bertujuan melangsungkan fungsi pengawasan terkait aduan sengketa tata ruang, aset, dan perizinan pada salah satu objek lahan di Amed.
Selain Oka Antara dan Made Supartha, ada juga anggota DPRD Bali dari Daerah Pemilihan (Dapil) Buleleng, Somvir, yang ikut dalam rombongan.
Namun, belum sempat menguji fisik lahan, kehadiran rombongan langsung disambut barikade warga dengan nada tinggi.
Situasi kian memanas saat warga mempertanyakan keabsahan surat tugas serta urgensi kedatangan rombongan dewan.
"Dalam rangka apa Bapak kemari?" cercar seorang warga dengan nada tegas kepada Oka Antara.



