
RadarBuleleng.id – Ancaman abrasi yang melanda kawasan pesisir Kabupaten Jembrana, Bali, kian mengkhawatirkan.
Di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, hantaman gelombang laut mulai menggerus benteng sandaran pantai di area Pura Segara Gilimanuk.
Panjang kerusakan akibat tergerus air laut diperkirakan telah mencapai 25 meter dan kondisinya semakin kritis sejak Agustus 2026.
Situasi tersebut memicu kecemasan warga setempat. Pasalnya, abrasi tak hanya merusak garis pantai, tetapi juga secara langsung mengancam keselamatan dan keberadaan bangunan pura yang menjadi tempat suci umat Hindu tersebut.
Posisi pura yang bersebelahan langsung dengan Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk membuat kawasan ini makin rentan tergerus arus laut.
Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma mengungkapkan, penggerusan pasir sebenarnya sudah terdeteksi sejak setahun lalu.
Namun, kerusakan melonjak drastis dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat gelombang pasang menerjang.
”Pasir kemungkinan tergerus akibat dorongan arus baling-baling kapal yang beraktivitas di sekitar lokasi, sehingga batu-batu penahan sandaran pantai akhirnya ambrol,” ujar Tony.
Menindaklanjuti kondisi yang kian memprihatinkan, Lurah Gilimanuk bersama Kasi Trantib dan Bendesa Adat Gilimanuk turun langsung menggelar inspeksi ke lokasi pada Senin (26/10/2026).



