Lagi, Gudang BPBD Provinsi Bali Terbakar, Api Diduga dari Puntung Rokok dan Percikan Las
Andre Sulla• Jumat, 8 Agustus 2025 | 17:05 WIB
Petugas melakukan pendinginan dengan menyemprot bagian dalam gudang logistik BPBD Provinsi Bali yang terbakar kemarin.
Radarbuleleng.jawapos.com- Gudang logistik milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali kembali dilalap si jago merah.
Kobaran api terjadi saat proses renovasi berlangsung di lokasi Jalan D.I Panjaitan Nomor 6, Renon, Denpasar, Rabu 6 Agustus 2025 sekitar pukul 20.00 WITA.
“Kejadian ini berselang 14 bulan dari insiden kebakaran pertama,” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, Kamis (7/8).
Menurut Tirana, kuat dugaan api muncul akibat aktivitas pekerja yang sedang menggerinda rangka baja di dalam bangunan.
Diduga, percikan api mengenai barang-barang mudah terbakar seperti kasur, masker, dan perlengkapan logistik lainnya yang masih tersisa di lokasi usai kebakaran sebelumnya.
“Kami menduga ada kelalaian. Masih ada material sisa yang mudah terbakar, dan belum semuanya dibersihkan,” jelasnya.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang sekuriti yang berjaga malam itu. Ia melihat kobaran api dari dalam bangunan dan segera menghubungi Pos Damkar.
Dua unit armada Damkar Denpasar langsung dikerahkan ke lokasi dan berhasil memadamkan api dalam waktu singkat.
Meski api berhasil dijinakkan, Tirana menyebut belum bisa memastikan jumlah kerugian akibat insiden tersebut. “Yang terbakar hanya sebagian kecil area gudang,” imbuhnya.
Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., membenarkan insiden kebakaran kali ini.
Ia menjelaskan, saat kejadian terdapat tukang yang tengah memotong rangka baja di bagian atap gudang.
“Dugaan awal, kebakaran terjadi akibat percikan saat pemotongan rangka baja. Tapi kami juga tidak menutup kemungkinan lain, seperti puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pekerja,” ujar Tomiyasa.
Ia menegaskan, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan penyebab utama kebakaran.
“Ada dua kemungkinan yang menjadi sumber api. Saat ini masih dalam pendalaman,” tandasnya.
Seperti berita sebelumnya, gedung yang difungsikan sebagai gudang logistik penanggulangan bencana itu juga terbakar pada Rabu 26 Juni 2024 lalu.
Saat itu, api berkobar dari lantai dua bangunan dan diduga akibat korsleting listrik.
Enam unit mobil pemadam dan enam tabung fire block dikerahkan untuk menjinakkan api. Kerugian dari insiden pertama itu ditaksir mencapai Rp 7,9 miliar.***