Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya Berlanjut, Polisi Intensifkan Patroli Antisipasi Korban Muncul

Muhammad Basir • Rabu, 4 Februari 2026 | 08:57 WIB

 

PATROLI: Polair Polres Jembrana melakukan patroli di perairan Selat Bali. Patroli semakin intensif saat proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.
PATROLI: Polair Polres Jembrana melakukan patroli di perairan Selat Bali. Patroli semakin intensif saat proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.

RadarBuleleng.id - Proses pengangkatan Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dari dasar laut Selat Bali memunculkan dugaan masih adanya korban yang terjebak di dalam kapal maupun kendaraan. 

Seiring berjalannya evakuasi, jenazah diduga korban kapal tenggelam telah ditemukan. 

Pemantauan wilayah laut kini dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya korban lain.

Kepolisian pun meningkatkan patroli darat dan laut guna mempercepat proses evakuasi apabila kembali ditemukan korban.

“Kami intensifkan patroli wilayah, terutama di perairan Selat Bali,” ujar Kasat Polair Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, Senin (2/2).

Menurutnya, selama proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya berlangsung, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan lintas instansi, termasuk aparat di wilayah Banyuwangi. 

Nelayan setempat pun telah diimbau agar segera melapor apabila menemukan jasad korban di laut.

“Kami juga sudah mengimbau nelayan untuk segera melapor jika ada penemuan korban di tengah laut,” terangnya.

Sementara itu, satu dari dua jasad yang ditemukan pada Minggu (1/2/2026) masih dititipkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Negara. 

Pihak rumah sakit saat ini masih berkoordinasi dengan kepolisian terkait proses identifikasi.

“Jasad masih dititipkan di kamar jenazah dan belum dilakukan identifikasi,” kata Direktur RSU Negara, I Gusti Agung Putu Arisantha.

Diketahui sebelumnya, dua jasad ditemukan di perairan Gilimanuk pada Minggu (1/2/2026). 

Jasad pertama ditemukan sekitar pukul 07.15 WITA, saat crane kapal BC Pioner 88 mengangkat bangkai truk berwarna kuning dari dasar laut. 

Saat proses pengangkatan tersebut, sosok jasad tiba-tiba muncul ke permukaan dan diduga kuat merupakan korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

Jasad tersebut sempat terseret arus ke arah utara sejauh sekitar satu mil, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan ke Pantai Cemara, Kelurahan Gilimanuk. 

Kondisi jasad ditemukan sudah tidak utuh, dengan ciri mengenakan celana panjang hitam dan ikat pinggang hitam. 

Selanjutnya, jasad diserahkan kepada Polair Polresta Banyuwangi untuk proses identifikasi di RSUD Blambangan, Banyuwangi.

Pada hari yang sama sekitar pukul 14.25 WITA, jasad kedua kembali ditemukan oleh nelayan di sisi utara Pelabuhan LCM Gilimanuk. 

Jasad tersebut kemudian dievakuasi melalui jalur darat di dekat dermaga MB 1 oleh Satpolairud Polres Jembrana dan dibawa ke RSU Negara untuk proses identifikasi.

Sekadar diketahui, musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya terjadi pada 2 Juli 2025. 

Kapal tersebut tenggelam di perairan Selat Bali sekitar pukul 23.35 WIB, atau sekitar satu jam setelah bertolak dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk.

Berdasarkan data manifes penumpang dan anak buah kapal, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut total 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 anak buah kapal, serta membawa 22 unit kendaraan.

Hingga saat ini, sebanyak 50 korban telah ditemukan. Rinciannya, 30 orang selamat, 20 orang meninggal dunia, dan 15 orang lainnya masih dinyatakan hilang. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#evakuasi #kapal tenggelam #korban #identifikasi #banyuwangi #selat bali #rumah sakit #KMP Tunu Pratama Jaya #jembrana #gilimanuk #kapal #polair #kmp #Tunu Pratama Jaya #jenazah #jasad