Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Koster Anggap Teguran Presiden Soal Sampah sebagai Bentuk Cinta pada Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 4 Februari 2026 | 08:42 WIB

 

IMBAS PARIWISATA: Gubernur Bali, Wayan Koster. Koster menyebut prostitusi dan kriminalitas meningkat imbas industri pariwisata.
IMBAS PARIWISATA: Gubernur Bali, Wayan Koster. Koster menyebut prostitusi dan kriminalitas meningkat imbas industri pariwisata.

RadarBuleleng.id - Teguran Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait kondisi pantai di Bali yang dinilai kotor disikapi positif oleh Gubernur Bali Wayan Koster. 

Gubernur asal Desa Sembiran, Kabupaten Buleleng itu justru memandang kritik tersebut sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang Presiden terhadap Pulau Bali.

Hal itu disampaikan Koster usai melantik dan mengambil sumpah jabatan pejabat eselon II di Wiswa Sabha Utama, Selasa (3/2/2026).

“Saya justru paling senang diingatkan. Artinya kita harus bergerak lebih cepat. Itu bentuk cinta dan sayang beliau kepada Bali. Respect dan terima kasih Bapak Presiden,” ujar Koster.

Menariknya, pelantikan kali ini juga diikuti pergeseran jabatan strategis. I Made Rentin yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) dipindahkan menjadi Staf Ahli Gubernur. Posisi Kadis KLH kini diisi I Made Dwi Arbani.

Kepada pejabat baru tersebut, Koster langsung memberi penekanan khusus soal penanganan sampah. Ia meminta agar persoalan lingkungan ditangani lebih cepat dan terukur.

“Pak Kadis Lingkungan yang baru harus betul-betul gerak cepat menangani sampah. Pola yang sudah ada dipercepat lagi, berbasis sumber, TPS3R, hingga pemanfaatan teknologi menjadi energi listrik,” tegasnya.

Koster juga mengungkapkan bahwa saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), ia telah bertemu Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Investasi untuk membahas percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). 

Proyek tersebut direncanakan mulai groundbreaking pada Maret 2026 dan ditargetkan beroperasi paling lambat 2027.

“Saya sudah bicara dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Investasi. Maret groundbreaking. Meski ada perubahan lokasi, saya minta jangan ditender ulang supaya tidak molor. Danantara dan Pak Menteri sudah setuju,” jelasnya.

Selain PSEL, Koster juga meminta Dinas KLH memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber melalui teba modern, TPS3R, dan komposter, terutama di wilayah Badung dan Denpasar. 

Menurutnya, perhatian Presiden terhadap Bali lebih besar karena posisinya sebagai destinasi wisata utama nasional.

“Pak Presiden sangat concern karena Bali adalah destinasi wisata utama. Semua daerah disayangi, tapi Bali dapat perhatian ekstra karena wajah pariwisata Indonesia,” imbuhnya.

Meski isu sampah sempat disorot, Koster menegaskan kondisi tersebut tidak memengaruhi minat wisatawan. 

Data Januari–Desember 2025 mencatat kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,05 juta orang, meningkat dari tahun 2024 yang berada di angka 6,3 juta orang. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.

Tak hanya itu, Bali kembali dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik nomor satu dunia versi Tripadvisor.

“Ini harus dijaga. Walaupun kunjungan wisman tidak terpengaruh isu sampah, persoalan sampah tetap wajib ditangani secara serius,” tegas Koster.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Bali bersama pemerintah kabupaten/kota terus mengembangkan berbagai skema pengelolaan sampah, mulai dari pengolahan berbasis sumber, pembangunan teba modern, pengadaan komposter. 

Selain itu ada optimalisasi TPS3R dan TPST, hingga percepatan pembangunan PSEL yang ditargetkan mampu mengolah minimal 1.000 ton sampah per hari dari wilayah Denpasar dan Badung. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#pejabat #gubernur #bali #kritik #pantai #gubernur bali #staf ahli #wayan koster #lingkungan hidup #prabowo subianto #sampah #buleleng #sembiran #TPS3R #presiden