RadarBuleleng.id - Sejumlah wilayah di Pulau Bali sempat gelap gulita pada Minggu (22/2/2026) sekitar pukul 19.40 WITA.
Gangguan listrik yang terjadi hampir serentak di sejumlah wilayah ini memicu kepanikan warga dan ramai diperbincangkan masyarakat.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali memastikan peristiwa yang dikenal sebagai “Bali blackout” tersebut dipicu gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali akibat cuaca ekstrem.
Mengutip siaran pers PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali, gangguan terjadi pada pukul 19.39 WITA. Saat sistem mendeteksi anomali, mekanisme proteksi otomatis langsung bekerja untuk mengamankan jaringan kelistrikan.
Sistem proteksi ini diibaratkan seperti pengaman listrik di rumah, namun dalam skala besar. Ketika terdeteksi gangguan, sistem secara otomatis melepaskan sebagian beban untuk mencegah kerusakan lebih luas dan menjaga peralatan tetap aman.
Akibatnya, sejumlah wilayah di Bali mengalami padam listrik. Berdasarkan pemetaan sistem, daerah terdampak meliputi Badung, Karangasem, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Denpasar, Buleleng, Klungkung, dan Bangli. Konsentrasi dampak terbesar tercatat di Badung dan Karangasem.
Di beberapa lokasi lain, gangguan bersifat penyulang atau hanya terjadi pada satu jalur distribusi tertentu dari gardu induk ke kelompok wilayah tertentu.
Artinya, pemadaman tidak merata di seluruh kabupaten/kota dan sebagian wilayah tetap mendapatkan pasokan listrik normal.
PLN menyebut, begitu gangguan terdeteksi, tim operator dan pemeliharaan langsung melakukan pengamanan serta manuver sistem untuk menjaga stabilitas tegangan. Koordinasi lintas unit dilakukan secara intensif guna mempercepat proses pemulihan.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan kesiapsiagaan personel menjadi faktor utama cepatnya pemulihan.
“Seluruh tim bergerak cepat sejak awal gangguan terdeteksi. Koordinasi dilakukan secara intensif agar proses penormalan dapat berlangsung aman dan terkendali. Pada pukul 20.36 WITA, sistem kelistrikan Bali kembali normal 100 persen,” ujarnya.
Dengan demikian, sistem kelistrikan Bali berhasil dipulihkan kurang dari satu jam sejak gangguan terjadi. PLN memastikan seluruh pembangkit dalam kondisi aman dan sistem kembali stabil.
Terkait kabar yang beredar mengenai adanya pemadaman bergilir selama satu pekan, PLN menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Hingga kini PLN tidak menerapkan maupun merencanakan pemadaman bergilir. Saat ini, daya mampu sistem disebut mencukupi kebutuhan pelanggan di Bali.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama gangguan berlangsung.
Peristiwa ini, menurut PLN, menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ketahanan sistem kelistrikan, khususnya dalam menghadapi cuaca ekstrem. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya