Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berawal dari Bali, SMSI Bahas Pusat Finansial Internasional

F
Penulis: Francelino Junior❯
BAHAS FINANSIAL: Suasana FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Kantor DPD RI Perwakilan Bali, Jumat (9/7/2026).
BAHAS FINANSIAL: Suasana FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Kantor DPD RI Perwakilan Bali, Jumat (9/7/2026).

Advertisement

 

RadarBuleleng.id - Bali menjadi lokasi pertama yang disasar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), untuk memulai langkah strategis untuk mendorong berdirinya Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Sehingga muncul rumusan strategis yang dapat menjadi kontribusi nyata bagi pemerintah, dalam mewujudkannya sekaligus mempercepat pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

SMSI melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema ”Menangkapitalisasi Likuiditas Global untuk Akselerasi Infrastruktur dan Pembangunan Nasional Berkelanjutan” dilakukan di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Provinsi Bali pada Jumat (10/7/2026).

Advertisement

Dipandu Wakil Ketua Umum SMSI, Yono Hartono bersama narasumber Dewan Pakar PHRI Bali, Trisno Nugroho dan Anggota Pokja Gubernur Bali Bidang Ekonomi Perbankan, Agus Syabarrudin.

Bali dipilih sebagai lokasi perdana penyelenggaraan FGD, karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai wajah atau etalase Indonesia di mata dunia. Sekaligus memiliki potensi besar untuk menjadi gerbang pusat keuangan internasional, yang mampu mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.

”Selama ini Swiss dan Singapura menjadi pusat uang dunia. Sekarang kami ingin Indonesia, khususnya Bali, memiliki kawasan yang mampu menjadi pusat finansial internasional,” ujar Ketua Umum SMSI, Firdaus.

Advertisement

Ditambahkannya, keberadaan PFII nantinya diharapkan tidak hanya memperkuat sektor keuangan nasional, tetapi juga mempercepat pembangunan infrastruktur. Selain itu, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menarik investasi global, serta mendukung pelestarian budaya Bali.

Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi dari kalangan akademisi, praktisi, pelaku industri, pemerintah, dan media sebagai bahan penyusunan konsep PFII yang dapat diwujudkan secara bertahap. 

Sementara itu, Ketua SMSI Provinsi Bali Emanuel Dewata Oja mengatakan penyelenggaraan FGD merupakan program strategis SMSI Pusat, sedangkan SMSI Bali mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pelaksanaan perdana.

”Program ini sepenuhnya merupakan inisiatif Pengurus Pusat SMSI. Kami di Bali mendapat kepercayaan menjadi penyelenggara pertama, dan tentu kami menyambutnya dengan penuh tanggung jawab,” kata Ketua SMSI Provinsi Bali, Emanuel Dewata Oja. 

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng

Artikel Terkait

Wagub Giri Prasta dan Bupati Sanjaya Terima Anugerah  Sahabat Pers Indonesia dari SMSI

Wagub Giri Prasta dan Bupati Sanjaya Terima Anugerah  Sahabat Pers Indonesia dari SMSI

Wakil Gubernur (Wagub) Bali, I Nyoman Giri Prasta dan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menerima penghargaan Anugerah Sahabat Pers Indonesia dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer