Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

BBM Diesel Non Subsidi di SPBU Pertamina Jawa dan Bali Resmi Naik per November 2025

Dianisa Damayanti • Senin, 3 November 2025 | 00:57 WIB
Sejumlah pengendara motor antre mengisi bahan bakar di salah satu SPBU Pertamina.
Sejumlah pengendara motor antre mengisi bahan bakar di salah satu SPBU Pertamina.

RadarBuleleng.id - Mulai 1 November 2025, Pertamina Patra Niaga secara resmi melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Jawa dan Bali.

Penyesuaian ini hanya berlaku untuk jenis diesel non-subsidi, sementara harga bensin non-subsidi dan BBM subsidi tetap stabil.

Kenaikan harga berlaku untuk dua produk utama diesel non-subsidi, yaitu Dexlite (CN 51) dan Pertamina Dex (CN 53).

Berdasarkan pengumuman resmi yang dirangkum, harga Dexlite naik sebesar Rp 200 per liter menjadi Rp 13.900, dari sebelumnya Rp 13.700 per liter.

Sedangkan Pertamina Dex naik dari Rp 14.000 menjadi Rp 14.200 per liter.

Sementara itu, harga BBM jenis bensin non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo tetap tidak berubah.

Pertamax masih dijual seharga Rp 12.200 per liter, Pertamax Green Rp 13.000 per liter, dan Pertamax Turbo Rp 13.100 per liter.

Di sisi lain, harga BBM subsidi juga tidak mengalami perubahan, dengan Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Menurut keterangan Pertamina, penyesuaian harga ini dilakukan secara berkala mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan utama dalam menjaga keseimbangan antara harga keekonomian dan kemampuan masyarakat.

“Penyesuaian ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kondisi pasar energi global,” demikian dijelaskan pihak Pertamina Patra Niaga lewat website resminya.

Dengan adanya kenaikan ini, konsumen kendaraan diesel non-subsidi seperti pengguna mobil niaga, SUV, maupun armada logistik akan menjadi kelompok yang paling terdampak.

Meskipun demikian, kenaikan Rp 200 per liter dianggap masih relatif moderat, mengingat fluktuasi harga minyak dunia yang cukup dinamis sepanjang 2025.

Pantauan di sejumlah SPBU wilayah Jawa Timur dan Bali menunjukkan bahwa distribusi dan pelayanan tetap berjalan normal.

Tidak terjadi antrean panjang, dan masyarakat tampak sudah mengetahui adanya perubahan harga melalui pengumuman di papan harga resmi SPBU. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#bali #bbm subsidi #dexlite #bensin #Pertamina Dex #bahan bakar minyak #pertamina patra niaga #Penyesuaian Harga #biosolar #bbm #pertamax #pertalite #diesel #minyak #pertamax turbo #pertamina #jawa