Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Misteri Mr. Terima Kasih Sergei Domogatsky: Dituduh Menipu WNA, Muncul dan Mengaku Jadi Korban Penculikan di Bali

Andre Sulla • Rabu, 22 Oktober 2025 | 16:50 WIB

 

Sergei Domogatsky alias Mr. Terima Kasih (kiri) mengaku sebagai korban penculikan. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy (kanan) memastikan polisi akan menindaklanjuti semua laporan.
Sergei Domogatsky alias Mr. Terima Kasih (kiri) mengaku sebagai korban penculikan. Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy (kanan) memastikan polisi akan menindaklanjuti semua laporan.

RadarBuleleng.id - Pulau Dewata kembali diguncang isu yang menyeret nama warga negara asing (WNA). 

Kasus ini bukan hanya menyangkut dugaan penipuan lintas negara bernilai miliaran rupiah, tetapi juga kisah dramatis seorang influencer asal Rusia, Sergei Domogatsky alias Mr Terimakasih, yang tiba-tiba muncul dan mengaku menjadi korban penculikan bersenjata.

Sebelum kemunculannya yang mengejutkan, nama Sergei Domogatsky telah dilaporkan oleh sedikitnya 10 warga negara asing ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali sejak Jumat (17/10/2025) hingga Selasa (21/10/2025). Nilai kerugian dari laporan-laporan itu mencapai lebih dari Rp31 miliar.

Para pelapor berasal dari Rusia, Ukraina, Belarus, Prancis, hingga Uni Emirat Arab. Mereka menuding Domogatsky terlibat dalam dugaan penipuan investasi properti melalui promosi proyek vila mewah di Nusa Penida, Kintamani, hingga Pecatu.

Melalui akun media sosial, Domogatsky memamerkan berbagai proyek vila yang diklaim miliknya, bekerja sama dengan sejumlah perusahaan seperti PT Reflection Heavens Penida, PT World Class Projects, PT Best Global Solutions, dan PT Bali Development Group.

Korban kemudian diarahkan berkomunikasi dengan sejumlah asisten seperti Agata Chuguevskaya, Marina Arisova, Margarita, hingga Kateryna Ozerianska untuk mengurus kontrak dan pembayaran. 

Namun, setelah uang disetor—baik dalam bentuk kripto maupun tunai di Moskow—proyek tak pernah dimulai.

Salah satu pelapor, Nezyhnakovo Victoria Vladimorovna, WN Rusia, menyebut telah membayar Rp 8,4 miliar untuk vila di Nusa Penida, namun proyek tak kunjung berdiri. 

“Sergey tidak mau bertemu, hanya berjanji lisan,” tulisnya dalam laporan resmi.

Kasus serupa dialami Chamsuddin Dudaev, pengusaha asal Prancis, yang menandatangani kontrak vila di Nusa Penida senilai USD 105.000. Namun vila itu dijual ke orang lain. 

Korban lain seperti Varapayeva Khrystsina dan Anatol Shymakouski asal Belarus, serta Olha Danch dari Ukraina, juga melapor dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.

Modusnya seragam, janji pembangunan vila mewah dengan nilai investasi fantastis, namun proyek tidak pernah terealisasi. 

Pihak korban menduga Domogatsky memanfaatkan reputasinya sebagai influencer untuk menarik kepercayaan publik internasional.

Namun di tengah derasnya laporan tersebut, Sergei Domogatsky tiba-tiba muncul dan mengaku menjadi korban penculikan dan penyiksaan oleh kelompok bersenjata di Bali. 

Ia mengklaim disekap selama berjam-jam dan diminta menebus diri dengan uang tebusan hingga USD 1 juta atau setara Rp 16 miliar.

Kepada media, Sergei menuturkan insiden itu terjadi saat dirinya mengendarai motor seorang diri di kawasan Pelabuhan Benoa, Minggu (19/10/2025) malam. 

Sebuah mobil Alphard hitam disebut menghadangnya, lalu dua pria berpakaian mirip polisi menyeretnya secara paksa ke dalam mobil.

“Saya dibawa ke rumah di daerah Bukit, ditodong senjata, kepala saya ditutup kantong, dan disiksa selama tiga jam,” ujar Sergei dalam konferensi pers di Sanur, Denpasar Selatan, Selasa (21/10/2025).

Menurut pengakuannya, para pelaku memaksanya mentransfer uang dalam jumlah besar sambil mengancam akan memenjarakannya. Bahkan, ada tiga orang WNA Rusia lain yang ikut terlibat dalam kekerasan tersebut.

“Selain memukuli saya, mereka menyetrum tubuh saya dan menodongkan pistol. Saya sudah bilang tidak punya uang, tapi mereka terus mengancam akan membunuh saya,” katanya.

Usai disiksa, Sergei mengaku dibuang di area ladang dekat Hotel Kempinski dalam kondisi lemah. Ia kemudian melapor ke Polda Bali dengan nomor laporan STTLP/732/X/2025/SPKT/POLDA BALI.

Sergei menuding kelompok bersenjata yang menyerangnya merupakan jaringan kriminal internasional yang beroperasi di Bali dan menargetkan turis kaya, pemilik vila, serta pelaku bisnis kripto. 

“Saya menduga ada kebocoran data pribadi yang dimanfaatkan untuk menargetkan korban,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Ariasandy membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari kedua sisi. Baik itu laporan para korban investasi dan laporan penculikan atas nama Sergei Domogatsky.

“Semua laporan polisi kami terima dan akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan,” ujar Ariasandy.

Menurutnya, dua direktorat utama, yaitu Ditreskrimsus dan Ditresiber, tengah menangani kasus ini dari aspek berbeda: dugaan investasi fiktif lintas negara dan dugaan penculikan bersenjata yang diklaim Sergei.

Polda Bali mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi di media sosial dan menyerahkan seluruh proses kepada aparat penegak hukum. 

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan melapor melalui jalur resmi jika merasa dirugikan,” tegas Ariasandy.

Polda Bali juga menegaskan komitmennya menjaga situasi keamanan dan citra Pulau Dewata sebagai destinasi wisata yang aman dan kondusif. 

“Sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci. Semua laporan akan kami proses secara transparan dan profesional,” tutupnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#korban #bali #uni emirat arab #kripto #promosi #proyek #rusia #Nusa Penida #penculikan #isu #warga negara asing #uang tunai #penipuan #sergei domogatsky #vila mewah #ukraina #influencer #wna