Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waduh, Kasus HIV di Kalangan Remaja Semakin Banyak

M
Penulis: Muhammad Basir❯

 

Ilustrasi HIV
Ilustrasi HIV

RadarBuleleng.id - Penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Bali semakin banyak saja. Mirisnya, kasus HIV justru menjangkiti para remaja.


Advertisement

Semakin maraknya penyebaran HIV diduga terjadi karena maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja. Terlebih virus itu tersebar melalui hubungan seksual.

Fenomena itu terjadi di Kabupaten Jembrana. Dalam kurun waktu 5 bulan terakhir, ada puluhan kasus yang muncul.

Data Dinas Kesehatan Jembrana menunjukkan, ada 36 kasus baru yang ditemukan pada kurun waktu Januari hingga Mei.

Advertisement

Sebanyak 20 orang diantaranya adalah laki-laki dan 16 orang lainnya adalah perempuan. 

Dari 36 orang itu, sebanyak 3 orang berusia 11-20 tahun, 13 orang berusia 21-30 tahun, 12 orang berusia 31-40 tahun, 3 orang berusia 41-50 tahun, dan 4 orang lainnya berusia 50 tahun.

Advertisement

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Jembrana, I Gede Ambara Putra mengatakan, kasus tersebut ditemukan saat pihaknya melakukan pemeriksaan rutin. 

Mirisnya dari 36 orang yang terjangkit HIV itu, sebanyak 3 orang diantaranya telah dinyatakan meninggal dunia.

"Sisanya masih pengobatan dan ARV," ungkap Ambara, kemarin (23/6/2024).

Dari temuan baru tersebut, ia mengaku cukup khawatir dengan temuan kasus baru pada kelompok umur 11-20 tahun. 

Pada kelompok umur tersebut, sebanyak 3 orang dinyatakan positif HIV. Kelompok usia tersebut merupakan usia remaja.

Ia menduga kasus HIV itu muncul akibat seks bebas. “Ketika melakukan hubungan seksual dengan ODHA, maka akibatnya tertular HIV juga," imbuhnya.

Kendati hanya ada 3 kasus baru, hal itu cukup mengkhawatirkan. Karena kasus yang ditemukan hanya kasus yang nampak. Tidak menutup kemungkinan ada kasus lain yang belum muncul.

“Masa inkubasi paling cepat 2 atau 3 tahun, jadi kemungkinan saat masih SMP atau SMA sudah tertular,” ungkapnya.

Dengan fenomena HIV yang terjadi pada kelompok umur sekolah, perlu menjadi perhatian. Terutama orang tua agar mengawasi pergaulan anaknya, agar tidak terjebak dalam pergaulan bebas dan seks bebas yang berisiko. 

"Kalau sudah tertular HIV itu harus mengonsumsi obat ARV secara rutin,” demikian Ambara. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Bali

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer