Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Buleleng Genjot Pemenuhan Dokter Spesialis di Rumah Sakit Pemerintah

E
Penulis: Eka Prasetya❯

 

ilustrasi dokter
ilustrasi dokter

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng semakin serius membenahi layanan kesehatan, terutama dalam memenuhi kebutuhan dokter spesialis yang selama ini menjadi tantangan utama. 


Advertisement

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra menegaskan bahwa pemenuhan tenaga medis dan peningkatan fasilitas rumah sakit menjadi prioritas, demi memastikan pelayanan kesehatan masyarakat berjalan optimal.

Menurut Sutjidra, seluruh Puskesmas di Buleleng kini telah memiliki dokter umum. Namun ketersediaan dokter spesialis masih jauh dari ideal. 

Rendahnya minat dokter spesialis bertugas di Buleleng disebut karena kondisi ekonomi masyarakat yang timpang dengan wilayah Bali Selatan.

Advertisement

“Kemungkinan dokter-dokter spesialis mencari tempat yang sudah settle, misalkan di wilayah selatan dengan kemampuan daya beli masyarakat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Untuk menarik minat tenaga spesialis, Pemkab menyiapkan insentif khusus dan skema beasiswa pendidikan subspesialis. 

Dokter yang melanjutkan pendidikan tetap menerima hak kepegawaiannya, dengan kewajiban kembali mengabdi di Buleleng setelah selesai.

Advertisement

“Selain insentif, bagi adik-adik yang mau melanjutkan ke subspesialisasi juga kita akan berikan subsidi. Sepanjang setelah selesai wajib kembali melayani pasien di Buleleng,” jelas Sutjidra.

Selain dokter spesialis, kebutuhan tenaga kesehatan lain seperti ners, analis radiologi, analis laboratorium, hingga petugas rekam medis masih besar. 

Penguatan SDM ini menjadi penting karena RSUD Buleleng tengah diarahkan menjadi rumah sakit rujukan regional. 

Untuk itu, Pemkab menjalin kerja sama dengan RSUP Prof. Ngoerah dalam bentuk pendampingan layanan dan transfer keahlian.

“RSUP Prof Ngoerah akan melakukan supervisi RSUD Buleleng. Dalam kasus tertentu, para ahli dari sana yang akan datang ke sini, bukan pasien yang harus dirujuk,” ujarnya.

Bukan hanya SDM, fasilitas medis juga diperbarui. RSUD Buleleng akan menambah enam ruang operasi modular berstandar nasional untuk mengatasi antrean operasi yang masih panjang. Revitalisasi IGD dan poliklinik juga masuk dalam rencana besar 2026. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer