RadarBuleleng.id –Jeruk Mandarin tidak bisa dipisahkan dengan perayaan Tahun Baru Imlek. Setiap Imlek, jeruk mandarin seolah menjadi hidangan wajib.
Bagi masyarakat Tionghoa, Jeruk Mandarin bukan sekadar hidangan. Buah itu juga mengandung makna simbolis yang sangat mendalam.
Buah itu diyakini memberikan kekayaan, kesejahteraan, dan keberuntungan, apabila dihidangkan saat tahun baru Imlek.
Berikut makna terkait hidangan jeruk mandarin pada hari raya Imlek.
- Simbol Kekayaan
Dalam bahasa Tionghoa, jeruk disebut dengan 'kam'. Kata tersebut bunyinya sangat mirip dengan kata 'wang' yang berarti kekayaan.
Keberadaan buah jeruk saat perayaan Imlek, diyakini akan membawa keberuntungan dan rejeki.
Jeruk yang cerah, menjadi simbol kemakmuran yang akan datang berlimpah sepanjang tahun.
- Simbol Keharmonisan
Jeruk memiliki rasa asam dan manis. Rasa itu mencerminkan filosofi keseimbangan dan keharmonisan dalam hidup.
Menyajikan jeruk saat Imlek bermakna mengaja umat menjaga keseimbangan dalam berbagai hal, mulai dari pekerjaan hingga hubungan personal.
- Simbol Keberuntungan
Jeruk juga diyakini sebagai simbol keberuntungan. Dengan memberikan jeruk kepada orang lain, berarti akan mendoakan keberuntungan kepada orang lain.
Tatkala menerima memberikan atau menerima jeruk, diyakini akan ada keberuntungan dan peluang baru yang bisa diraih.
- Simbol Keberanian
Menghadirkan jeruk dalam perayaan Imlek bermakna menghadirkan semangat positif dan keberanian untuk menghadapi segala tantangan yang mungkin dihadapi dalam Tahun Baru.
- Simbol Kesatuan
Menghidangkan buah jeruk saat Imlek biasanya dilakukan dengan cara menumpuk buah tersebut. Hal itu merupakan lambing dari solidaritas.
- Simbol Kesetiaan
Berbagi buah jeruk saat Imlek sudah menjadi tradisi berabad-abad. Pada masa Dinasti Ming, jeruk dipersembahkan kepada kaisar sebagai simbol kesetiaan dan penghormatan.
Tradisi tersebut akhirnya berkembang dan menjadi sebuah tradisi bagi masyarakat Tionghoa untuk saling memberi jeruk mandarin saat Imlek.
- Melambangkan Kesempurnaan
Setiap hari raya Imlek, jeruk yang dihidangkan biasanya berjumlah genap. Yakni 8 atau 10.
Angka 8 dalam budaya Tionghoa melambangkan keberuntungan dan kemakmuran, sedangkan angka 10 melambangkan kesempurnaan. (*)
Editor : Eka Prasetya