Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Libur Nataru Sepi, Kunjungan Wisata ke Ulun Danu Beratan dan Tanah Lot Masih Lesu

J
Penulis: Juliadi Radar Bali❯

 

SEPI: Suasana lengang di objek wisata Ulun Danu Beratan, Kabupaten Tabanan, Bali.
SEPI: Suasana lengang di objek wisata Ulun Danu Beratan, Kabupaten Tabanan, Bali.

RadarBuleleng.id – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya menjadi puncak kunjungan wisata, justru belum berdampak signifikan bagi sejumlah daya tarik wisata di Kabupaten Tabanan, Bali. 


Advertisement

Hingga pertengahan liburan, arus wisatawan tercatat masih lebih sepi dibandingkan Nataru tahun lalu.

Pantauan di Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, menunjukkan kondisi yang relatif lengang. 

Obyek wisata ikonik dengan panorama pura di tepi danau itu belum dipadati wisatawan seperti biasanya.

Advertisement

Pada momen libur panjang Nataru, kunjungan wisatawan domestik umumnya mendominasi dibandingkan wisatawan mancanegara. 

Namun tahun ini, jumlah wisatawan domestik yang datang ke Ulun Danu Beratan masih belum menunjukkan lonjakan signifikan.

“Sampai saat ini jumlah kunjungan wisatawan masih di angka 2.000 sampai 2.500 orang. Biasanya bisa tembus di angka 3.000 orang,” ujar Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, Rabu (24/12/2025).

Advertisement

Sukarata menjelaskan, pada libur Nataru biasanya wisatawan domestik sudah mulai berdatangan sejak pertengahan Desember. 

Sebagian besar datang menggunakan kendaraan pribadi dengan tujuan utama mengunjungi Ulun Danu Beratan.

Jika dibandingkan dengan periode Nataru tahun lalu, jumlah kunjungan saat ini masih terpaut cukup jauh. 

Pada akhir tahun sebelumnya, kunjungan harian wisatawan bisa mencapai sekitar 3.000 orang per hari.

Terkait penyebab lesunya kunjungan, Sukarata menyebut sejumlah faktor. Mulai dari isu lingkungan, persoalan banjir dan sampah, hingga kondisi cuaca yang didominasi hujan.

“Meski kunjungan wisatawan sedikit lesu, namun kami optimis jumlah wisatawan tetap meningkat. Karena waktu liburan masih panjang,” tandasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot. Asisten Manager DTW Tanah Lot, I Putu Toni Setiawan, mengakui kunjungan wisatawan di tengah libur Nataru masih belum ramai.

Saat ini, jumlah kunjungan ke Tanah Lot rata-rata masih di kisaran 3.000 orang per hari. 

Padahal, pada momen liburan akhir tahun biasanya jumlah wisatawan bisa menembus 4.000 hingga 5.000 orang setiap harinya.

Menariknya, jika dibandingkan dengan Nataru tahun lalu yang juga diwarnai cuaca hujan, kunjungan wisatawan justru lebih ramai dibandingkan tahun ini.

“Kalau libur Nataru pasti domestik yang ramai, tapi sekarang lesu. Dengan menggunakan mobil pribadi,” ungkap Toni.

Ia menduga, lesunya kunjungan wisatawan kali ini dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya maraknya isu negatif tentang Bali di media sosial. Mulai dari persoalan banjir, sampah, hingga kondisi ekonomi.

“Kami sebagai pelaku wisata tetap optimis jumlah kunjungan wisata akan naik, kendati musim liburan sudah tiba,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Pantai Giri Emas Disiapkan Jadi Destinasi Snorkeling, Pemdes Bidik Investor Lokal

Pantai Giri Emas Disiapkan Jadi Destinasi Snorkeling, Pemdes Bidik Investor Lokal

Pemdes Giri Emas menyiapkan Pantai Giri Emas di Buleleng sebagai destinasi snorkeling. Potensi terumbu karang dan biota laut akan dikembangkan dengan menggandeng investor lokal serta dukungan Pemkab Buleleng.

Ratusan Pemancing Berkompetisi Buleleng. Bupati Sutjidra Jadikan Fishing Tournament Agenda Tahunan Promosi Wisata Bahari

Ratusan Pemancing Berkompetisi Buleleng. Bupati Sutjidra Jadikan Fishing Tournament Agenda Tahunan Promosi Wisata Bahari

Sebanyak 300 pemancing dari Bali hingga Jawa meramaikan Bupati Buleleng Fishing Tournament 2026. Ajang ini dipastikan menjadi agenda tahunan untuk mempromosikan wisata bahari Buleleng.

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer