SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng tengah menyiapkan strategi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan selama musim sepi (low season) tahun ini.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengincar wisatawan domestik, terutama dengan memanfaatkan momentum libur panjang Hari Raya Idul Fitri akhir Maret nanti.
Kepala Dispar Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, saat ini tren kunjungan wisatawan memang menurun. Utamanya wisatawan mancanegara.
Fenomena low season itu bukan hanya dirasakan di Buleleng. Tetapi terjadi di seluruh Bali. Termasuk di kawasan pariwisata populer seperti Kuta dan Nusa Dua.
“Siklus kunjungan wisman memang cenderung menurun pada periode Februari hingga Mei. Kami lihat data penurunan ini terjadi secara umum. Di Nusa Dua, misalnya, setelah Desember-Januari sempat ramai, sekarang daily worker mulai dikurangi. Di Kuta juga tingkat hunian belum optimal,” kata Dody.
Baca Juga: Bikin Malu, Pemuda 16 Tahun Otaki Jambret Wisatawan Asing di Ubud
Meski demikian, Dody mencatat ada peningkatan jumlah kunjungan ke Buleleng dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pada Januari 2024, tercatat 73.699 wisatawan mengunjungi Buleleng, terdiri dari 48.748 wisatawan domestik dan 24.951 wisatawan mancanegara.
Jumlah tersebut meningkat pada Januari 2025 menjadi 99.966 orang, dengan rincian 60.706 wisatawan domestik dan 39.260 wisatawan mancanegara.
Sementara itu, pada Februari 2024 tercatat ada 78.664 kunjungan wisatawan. Terdiri dari 59.147 domestik dan 19.517 mancanegara.
Sedangkan Februari 2025 mengalami sedikit penurunan menjadi 70.113 kunjungan, terdiri dari 40.562 wisatawan domestik dan 29.551 wisatawan mancanegara.
Naiknya jumlah wisman di awal tahun ini sebagian ditopang oleh kedatangan kapal pesiar yang empat kali bersandar di Buleleng selama dua bulan terakhir.
“Mengantisipasi situasi ini, kami sudah mulai gencar mempromosikan daya tarik wisata (DTW) di media sosial. Harapannya, wisatawan dari Pulau Jawa dan NTB tertarik berlibur ke Buleleng saat libur Idul Fitri nanti. Meskipun peluang masih dominan dari pasar domestik, kami optimistis bisa mendongkrak angka kunjungan,” pungkas Dody. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya