Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menteri Dikdasmen Dorong Transformasi SMK: Jurusan Harus Sesuai Kebutuhan Industri

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

SERVICE KENDARAAN: Siswa jurusan Teknik Sepeda Motor saat melakukan service sepeda motor di teaching factory SMKN 3 Singaraja.
SERVICE KENDARAAN: Siswa jurusan Teknik Sepeda Motor saat melakukan service sepeda motor di teaching factory SMKN 3 Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemerintah menyiapkan transformasi besar-besaran pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui skema baru yang lebih fleksibel dan terintegrasi dengan kebutuhan dunia kerja. 


Advertisement

Konsep link and match kembali ditegaskan, agar lulusan SMK benar-benar siap terserap industri, bahkan menembus pasar kerja luar negeri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu'ti, menyampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke SMKN 3 Singaraja, Jumat (13/2/2026). 

Ia menegaskan, penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam membangun SDM unggul.

Advertisement

Menurutnya, ada lima kebijakan strategis yang dirancang khusus untuk memperkuat posisi SMK.

Pertama, penguatan SMK sebagai pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Program keahlian harus fleksibel dan mampu menjawab tuntutan dunia kerja yang terus berubah.

“Kalau dunia kerja membutuhkan kompetensi tertentu, maka SMK harus bisa memenuhi itu. Harus link and match,” tegasnya.

Advertisement

Kedua, pengembangan skema SMK empat tahun. Pada tahun keempat, siswa difokuskan untuk pemantapan keterampilan melalui kontrak langsung dengan dunia usaha dan dunia industri. 

Model tersebut memberi kesempatan siswa mendapatkan pengalaman kerja lebih mendalam sebelum benar-benar terjun ke lapangan.

Ketiga, SMK yang dirancang khusus untuk menyiapkan tenaga kerja ke luar negeri. Sejak awal masuk, siswa sudah diproyeksikan bekerja di negara tujuan tertentu. 

Selain dibekali keahlian teknis, mereka juga mendapatkan pelatihan budaya dan keterampilan pendukung sesuai kebutuhan negara tujuan, seperti Jepang.

Keempat, pengembangan SMK berbasis keunggulan wilayah. Program keahlian didorong menyesuaikan potensi daerah. 

Jika suatu daerah unggul di sektor perkebunan, maka SMK dapat membuka jurusan yang relevan, mulai dari budidaya hingga pengolahan dan pemasaran.

Ia mencontohkan, ketidaksesuaian jurusan dengan potensi lokal kerap membuat komoditas unggulan daerah tidak berkembang maksimal. Karena itu, SMK harus dekat dengan potensi alam dan sosial di sekitarnya.

Terakhir, penguatan kerja sama langsung dengan industri, meniru model pendidikan vokasi seperti di Jerman. 

Beberapa SMK telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan teknologi, perikanan, hingga sektor telekomunikasi. Siswa bahkan dilatih langsung di lapangan, termasuk praktik di tengah laut untuk kebutuhan teknisi kapal.

Dalam kunjungannya ke SMKN 3 Singaraja, Abdul Mu’ti mengaku terkesan dengan kebersihan dan kesiapan sarana prasarana sekolah. Namun ia menekankan, transformasi SMK tidak cukup hanya dengan fasilitas fisik.

“Secara bertahap sarana prasarana kita bangun, tapi yang tidak kalah penting adalah membangun suasana belajar yang menyenangkan dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Bagi daerah seperti Bali, peluang pengembangan SMK dinilai sangat besar. Selain sektor pariwisata, potensi medical tourism juga bisa menjadi arah baru pengembangan keahlian vokasi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Diduga Tahan Ijazah dan Paspor Siswa, LPK di Buleleng Diadukan ke Disnaker. Berakhir Damai

Diduga Tahan Ijazah dan Paspor Siswa, LPK di Buleleng Diadukan ke Disnaker. Berakhir Damai

Dugaan penahanan ijazah dan paspor oleh LPK Analisa Bali College dimediasi Disnaker Buleleng. Seluruh dokumen dipastikan telah dikembalikan tanpa syarat.

Berdayakan UMKM, Pemkab Buleleng Siapkan 12 Paket Pelatihan. Dari Produksi hingga Digital Marketing

Berdayakan UMKM, Pemkab Buleleng Siapkan 12 Paket Pelatihan. Dari Produksi hingga Digital Marketing

Pemkab Buleleng siapkan 12 pelatihan UMKM dari produksi hingga digital marketing, sasar pelaku usaha dan warga berpenghasilan rendah.

Bandeng Gerokgak Tembus Pasar Ekspor, Buleleng Bidik Jadi Pusat Budidaya Bandeng Premium

Bandeng Gerokgak Tembus Pasar Ekspor, Buleleng Bidik Jadi Pusat Budidaya Bandeng Premium

Bandeng hasil budidaya KUB Bunga Indah di Gerokgak berhasil menembus pasar Malaysia dan Filipina. Buleleng kini membidik Gerokgak sebagai pusat budidaya bandeng premium nasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer