Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

288 Ribu Panel Interaktif Tuntas Terdistribusi, Pusat Akan Tambah 3 IFP per Sekolah

Eka Prasetya
Penulis: Eka Prasetya❯

 

PAPAN INTERAKTIF: Pemanfaatan panel interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) di SMPN 8 Singaraja.
PAPAN INTERAKTIF: Pemanfaatan panel interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) di SMPN 8 Singaraja.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Program digitalisasi pendidikan nasional terus digenjot pemerintah. 


Advertisement

Sebanyak 288.865 panel interaktif digital atau Interactive Flat Panel (IFP) telah terdistribusi ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia. 

Tahun ini, Presiden bahkan menambah tiga unit IFP untuk masing-masing sekolah sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas SDM.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu'ti, saat kunjungan kerja ke Buleleng, Jumat (13/2/2026).

Advertisement

“Ini bukan akhir, tapi bagian awal dari Asta Cita keempat Bapak Presiden, yakni membangun SDM unggul dan berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan sistem pembelajaran dan kualitas guru. Namun, dari sisi sarana prasarana, pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk revitalisasi sekolah.

Pada 2025, pemerintah menggelontorkan Rp 16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.160 satuan pendidikan. Realisasinya disebut telah melampaui 95 persen dan ditargetkan tuntas seluruhnya akhir Februari 2026. 

Advertisement

Sementara dalam APBN 2026, sudah dialokasikan revitalisasi untuk 11.470 satuan pendidikan, dengan tambahan 60 ribu satuan pendidikan yang sedang diajukan melalui Komisi X DPR RI.

Selain revitalisasi fisik, program digitalisasi melalui IFP menjadi langkah strategis. Abdul Mu’ti menyebut, seluruh panel interaktif sudah terdistribusi dan guru-gurunya telah mendapatkan pelatihan.

“Tahun ini Bapak Presiden, sebagaimana disampaikan dalam forum World Economic Forum, akan ada penambahan tiga IFP untuk masing-masing satuan pendidikan,” tegasnya.

Ia menggambarkan pembangunan sarana prasarana sebagai eksterior rumah. Penting, tetapi tidak cukup. 

“Interiornya adalah sistem pembelajaran dan kualitas guru,” katanya.

Lebih lanjut Abdul Mu’ti mengatakan, ada empat fokus kebijakan untuk meningkatkan mutu pendidikan. 

Pertama, pembelajaran mendalam (deep learning) guna memperbaiki sistem belajar dari hulu. Targetnya bukan hanya kepala sekolah, tetapi seluruh guru mengikuti pelatihan.

Kedua, peningkatan kompetensi dan kualifikasi guru. Guru yang belum D4 atau S1 diberi kesempatan kuliah melalui skema RPL. Tahun 2025 dialokasikan untuk 12.500 guru, sedangkan 2026 ditingkatkan menjadi 150 ribu guru di semua jenjang.

Ketiga, penguatan fungsi bimbingan konseling. Kini seluruh guru tidak hanya mengajar, tetapi juga berperan sebagai wali kelas dan pembimbing karakter siswa. 

Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris yang mulai 2027 menjadi mata pelajaran wajib dari kelas 3 SD. 

Dalam kunjungannya ke SMKN 3 Singaraja, Abdul Mu’ti mengaku terkesan dengan lingkungan sekolah yang bersih dan fasilitas yang semakin lengkap. 

Ia menegaskan arahan Presiden agar tidak ada lagi sekolah beratap rusak dan toilet yang tidak layak.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pendidikan karakter melalui program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, “Pagi Ceria” sebelum pelajaran dimulai, serta penguatan sekolah aman dan nyaman untuk mencegah kekerasan fisik maupun nonfisik, termasuk di ruang digital. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Diduga Tahan Ijazah dan Paspor Siswa, LPK di Buleleng Diadukan ke Disnaker. Berakhir Damai

Diduga Tahan Ijazah dan Paspor Siswa, LPK di Buleleng Diadukan ke Disnaker. Berakhir Damai

Dugaan penahanan ijazah dan paspor oleh LPK Analisa Bali College dimediasi Disnaker Buleleng. Seluruh dokumen dipastikan telah dikembalikan tanpa syarat.

Berdayakan UMKM, Pemkab Buleleng Siapkan 12 Paket Pelatihan. Dari Produksi hingga Digital Marketing

Berdayakan UMKM, Pemkab Buleleng Siapkan 12 Paket Pelatihan. Dari Produksi hingga Digital Marketing

Pemkab Buleleng siapkan 12 pelatihan UMKM dari produksi hingga digital marketing, sasar pelaku usaha dan warga berpenghasilan rendah.

Desa Les Siapkan Data Tunggal Digital, Warga Bisa Akses Informasi Desa dalam Satu Sistem

Desa Les Siapkan Data Tunggal Digital, Warga Bisa Akses Informasi Desa dalam Satu Sistem

Desa Les di Kecamatan Tejakula menyiapkan data tunggal desa berbasis digital. Sistem ini akan memudahkan akses informasi warga, penyaluran bansos, hingga mendukung transparansi pelayanan publik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer