Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sistem Sekolah Pagi-Sore Dihapus, Buleleng Garap Strategi di Bidang Pendidikan

F
Penulis: Francelino Junior❯
PENUH SESAK: Suasana belajar mengajar di SDN 1 Seririt. Sekolah tersebut kekurangan guru.
PENUH SESAK: Suasana belajar mengajar di SDN 1 Seririt. Sekolah tersebut kekurangan guru.

Advertisement

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Arah kebijakan pemerintah pusat yang bakal menghapus total sistem pembelajaran double shift (sekolah pagi dan sore) dalam tiga tahun ke depan direspons cepat Pemkab Buleleng. 

Isu krusial ini menjadi salah satu pilar utama dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan (RIPP) Kabupaten Buleleng lima tahun ke depan.

Advertisement

Penerapan larangan double shift dipastikan berdampak langsung pada kapasitas daya tampung sekolah, pemenuhan ruang kelas baru, fasilitas sarana-prasarana, hingga distribusi tenaga pendidik di seluruh wilayah Bali Utara.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Buleleng, Ketut Suwarmawan, menegaskan pentingnya dokumen RIPP untuk memetakan langkah taktis dan antisipatif sebelum kebijakan pusat tersebut diberlakukan penuh.

"RIPP harus disesuaikan agar menjadi pijakan kuat bagi Pemkab Buleleng dalam menyiapkan langkah antisipasi serta tindak lanjut atas larangan double shift. Kita ingin arah pembangunan pendidikan benar-benar presisi sesuai kebutuhan daerah," ujar Ketut Suwarmawan, Kamis (3/9/2026).

Advertisement

Dalam penyusunannya, BRIDA Buleleng menggandeng tim ahli dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). 

Pemetaan mencakup audit menyeluruh terhadap jumlah ruang kelas, rombongan belajar (rombel), kondisi sarana pendukung, hingga sebaran guru dan murid di sembilan kecamatan.

Perwakilan Tim Pelaksana dari Undiksha, I Wayan Budiarta, menjelaskan bahwa RIPP tak sekadar memotret potret pendidikan hari ini, melainkan menjadi kompas menghadapi dinamika masa depan.

"Kajian ini diformulasikan untuk membedah kondisi eksisting, memetakan hambatan dan ancaman, serta merumuskan arah kebijakan strategis pengembangan pendidikan Buleleng untuk lima tahun ke depan," pungkas Budiarta. (*)

Advertisement

Artikel Terkait

Jaga Brand Singaraja, KNPI dan Disdikpora Buleleng Ajak Pemuda Rawat Esensi 'Kota Pendidikan'

Jaga Brand Singaraja, KNPI dan Disdikpora Buleleng Ajak Pemuda Rawat Esensi 'Kota Pendidikan'

KNPI dan Disdikpora Buleleng menggelar dialog pendidikan untuk merawat esensi Singaraja sebagai Kota Pendidikan melalui penguatan karakter dan aksi pemuda.

Menteri Dikti Resmikan Laboratorium Pendidikan Terpadu Undiksha, Dorong Lulusan Lebih Berkualitas

Menteri Dikti Resmikan Laboratorium Pendidikan Terpadu Undiksha, Dorong Lulusan Lebih Berkualitas

Menteri Dikti Brian Yuliarto meresmikan Gedung Laboratorium Pendidikan Terpadu Undiksha yang dibangun melalui SBSN untuk memperkuat pembelajaran, riset, inovasi, dan kualitas lulusan.

Siapkan Pemilih Cerdas 2029, KPU Buleleng Tanamkan Pendidikan Demokrasi di SMAN 1 Seririt

Siapkan Pemilih Cerdas 2029, KPU Buleleng Tanamkan Pendidikan Demokrasi di SMAN 1 Seririt

KPU Buleleng menggelar Pendidikan Demokrasi di SMAN 1 Seririt untuk membekali pelajar sebagai pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab menghadapi Pemilu 2029.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer