Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bencana Alam Rusak Sejumlah Sekolah di Buleleng, Disdikpora Rekomendasikan Sekolah Rawan Bencana Terapkan Belajar Daring

Eka Prasetya • Kamis, 15 Januari 2026 | 07:25 WIB

 

RUSAK: Bangunan di SMPN 3 Seririt rusak setelah tertimpa pohon beringin yang tumbang.
RUSAK: Bangunan di SMPN 3 Seririt rusak setelah tertimpa pohon beringin yang tumbang.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Buleleng, Bali, terdampak bencana. 

Kerusakan bangunan sekolah dilaporkan terjadi akibat pohon tumbang hingga longsor di area sekolah sejak Minggu (12/1/2026) hingga Selasa (13/1/2026) dini hari.

Salah satu kejadian terbaru terjadi di SDN 3 Gitgit, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 02.00 WITA memicu longsoran tebing di belakang gedung sekolah. 

Material longsor membawa pohon hingga menimpa atap bangunan dan menyebabkan kerusakan cukup parah.

Penanganan longsoran belum dapat dilakukan lantaran hujan masih turun dan kondisi tanah dinilai labil, sehingga berpotensi membahayakan.

Sehari sebelumnya, insiden serupa terjadi di SMPN 3 Seririt. Sebuah pohon beringin tumbang akibat hujan deras dan angin kencang pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 08.45 WITA. 

Pohon berukuran besar tersebut menimpa bangunan gudang sekolah dan sempat dikhawatirkan mengancam ruang kelas di sekitarnya. 

Pada hari yang sama, pohon tumbang juga dilaporkan menimpa TK PAUD di Desa Kalianget.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah sekolah terdampak di wilayah Sukasada dan Seririt. Bahkan, laporan serupa mulai masuk dari Kecamatan Tejakula.

“Untuk data lengkapnya sedang kita pastikan, karena laporan masih bertambah. Prinsipnya, pengawas dan koordinator wilayah kami arahkan untuk berkoordinasi dengan kepala sekolah, agar proses pembelajaran tetap berjalan,” ujar Surya Bharata.

Ia menjelaskan, Disdikpora mengarahkan sekolah untuk menerapkan pembelajaran daring atau pembelajaran mandiri, disesuaikan dengan kondisi cuaca dan keamanan lingkungan sekolah. Opsi pembelajaran daring yang tetap dipandu guru juga diperbolehkan.

“Karena kondisi ini belum ditetapkan sebagai darurat, maka tidak ada kebijakan libur sekolah. Pembelajaran tetap dilaksanakan, namun diarahkan ke daring atau mandiri selama cuaca belum menentu,” tegasnya.

Terkait kerusakan di SMPN 3 Seririt, Surya Bharata yang turun langsung ke lokasi menjelaskan bahwa bangunan yang tertimpa pohon merupakan ruang gudang. Sementara ruang TIK di sekitar lokasi belum difungsikan sebagai ruang belajar.

“Kerusakannya memang parah karena tertimpa pohon. Saat ini masih proses evakuasi pohon. Setelah itu baru dilakukan pembongkaran dan perbaikan. Karena posisinya di bawah ruang belajar, aktivitas belajar tidak terganggu, hanya saja area tersebut kami minta ditutup dengan pagar pengaman,” jelasnya.

Untuk sementara, proses pembelajaran di SMPN 3 Seririt diputuskan berlangsung secara daring selama empat hari kedepan. 

Pembelajaran tatap muka direncanakan kembali normal mulai Senin (19/1/2026) pekan depan, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan lingkungan.

Surya Bharata juga menegaskan sekolah diberikan kewenangan mengambil keputusan cepat apabila cuaca memburuk secara mendadak. Pengumuman pembelajaran daring dapat disampaikan melalui grup WhatsApp sembari menunggu surat resmi.

“Tiap tahun kondisi seperti ini selalu terjadi. Kami tekankan sekolah tidak ragu mengambil langkah pengamanan, demi keselamatan siswa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Seririt, Ni Wayan Witrini menjelaskan, pohon tumbang terjadi setelah hujan deras dan angin kencang melanda wilayah Seririt selama tiga hari berturut-turut.

“Karakteristik tanah yang gembur akibat curah hujan tinggi serta kondisi akar pohon yang sudah lapuk menyebabkan pohon beringin setinggi 20 meter roboh tepat ke arah bangunan sekolah,” jelasnya.

Untuk penanganan kerusakan fisik bangunan sekolah, Disdikpora Buleleng akan mengajukan usulan perbaikan setelah dilakukan asesmen oleh BPBD. 

Perbaikan akan diproses sesuai prosedur, termasuk kemungkinan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT), bergantung pada arahan pimpinan dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #tebing #longsor #gedung #paud #angin #bangunan #pohon tumbang #tk #SMPN 3 Seririt #kalianget #SDN 3 Gitgit #pendidikan #hujan #bencana #sekolah #Disdikpora #hujan deras #angin kencang #buleleng #cuaca ekstrem #kelas