Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dewan Dorong Hadirnya Widyalaya Negeri Pertama di Buleleng

Eka Prasetya • Rabu, 21 Januari 2026 | 13:04 WIB
KUNJUNGI SMP HINDU: Siswa di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra berfoto bersama Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija.
KUNJUNGI SMP HINDU: Siswa di Madyama Widyalaya Jnana Dharma Sastra berfoto bersama Dirjen Bimas Hindu, Prof. I Nengah Duija.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - DPRD Buleleng terus mengintensifkan pembahasan Ranperda Fasilitasi Widyalaya, dengan harapan besar menghadirkan widyalaya negeri pertama di Buleleng. 

Pembahasan itu mengemuka dalam rapat yang digelar Ruang Rapat Gabungan DPRD Buleleng pada Selasa (20/1/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng Nyoman Sukarmen mengatakan, Ranperda Fasilitasi Widyalaya dirancang untuk meringankan beban pengelola widyalaya yang saat ini sebagian besar masih berstatus swasta. 

Menurutnya, keberadaan regulasi daerah diharapkan mampu membuka jalan dukungan lebih luas, baik dari sisi kebijakan maupun fasilitasi anggaran. Mengingat lembaga pendidikan seperti widyalaya sangat dibutuhkan oleh umat Hindu.

Ia menjelaskan, di sejumlah wilayah di Buleleng sudah berdiri widyalaya swasta yang selama ini berjuang mandiri dalam penyelenggaraan pendidikan. 

Dengan ranperda tersebut, DPRD berharap pemerintah daerah bisa hadir membantu kebutuhan dasar widyalaya, sesuai kewenangan yang dimiliki daerah.

Lebih jauh, Sukarmen menegaskan DPRD Buleleng menyambut terbuka peluang berdirinya widyalaya negeri pertama di Buleleng. 

Meski kewenangan widyalaya berada di bawah Kementerian Agama, pihak legislatif menilai daerah tetap memiliki ruang untuk memfasilitasi dan mendorong terwujudnya status negeri tersebut.

“Kalau memang pintu ke arah itu terbuka, kami di legislatif tentu siap menyambut. Domain widyalaya memang di Kemenag, tapi daerah tetap bisa berperan memfasilitasi. Apa yang bisa dibantu oleh daerah, akan kami bantu,” ujar Sukarmen.

Ia juga menilai, jika suatu saat memungkinkan dilakukan penegerian widyalaya, hal tersebut akan menjadi capaian penting bagi dunia pendidikan keagamaan Hindu di Buleleng. 

Keberadaan widyalaya negeri dinilai dapat meningkatkan akses, kualitas, serta keberlanjutan pendidikan bagi masyarakat. Khususnya umat Hindu.

Saat ini, jumlah widyalaya di Buleleng tercatat sebanyak 13 lembaga. Rinciannya, sembilan adi widyalaya setingkat TK atau PAUD, satu adi widyalaya setingkat SD, satu madyama widyalaya setingkat SMP, serta dua utama widyalaya setingkat SMA atau SMK. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#dprd buleleng #hindu #Widyalaya #umat #dprd #anggaran #umat hindu #swasta #kementerian agama #buleleng