Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Ajarkan Bahasa Indonesia, Undiksha Kirim 10 Delegasi ke Australia

Francelino Junior • Senin, 16 Februari 2026 | 10:43 WIB

 

GO INTERNASIONAL: Delegasi dan civitas akademika FIP Undiksha yang akan menuju Australia untuk mengajar Bahasa Indonesia.
GO INTERNASIONAL: Delegasi dan civitas akademika FIP Undiksha yang akan menuju Australia untuk mengajar Bahasa Indonesia.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha (FIP Undiksha) memberangkatkan sepuluh orang delegasi untuk mengajar Bahasa Indonesia di sekolah dasar di Canberra, Australia.

FIP Undiksha menjadi salah satu perguruan tinggi yang dipercaya oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) RI dalam program guru bantu ke luar negeri tersebut.

Sepuluh delegasi itu terdiri atas delapan mahasiswa dari Program Studi PGSD, Teknologi Pendidikan, dan Bimbingan Konseling, serta dua dosen pendamping. 

Selama lebih dari dua bulan, mereka akan mengajar di Trinity Christian School dan St. Clare of Assisi, Canberra.

Pelepasan delegasi dilakukan secara resmi di Gedung FIP Undiksha, Jumat (13/2/2026), oleh Dekan FIP Undiksha, Prof. I Wayan Widiana.

Baca Juga: Kariyasa Pasang Badan untuk Walikota Denpasar. Kemensos Mestinya Apresiasi Inisiatif Pemerintah Daerah

Wakil Dekan Bidang Akademik FIP Undiksha, Prof. Kadek Suranata menjelaskan, ini bukan pertama kalinya FIP mewakili Undiksha dalam program guru bantu internasional.

“Ini pertama kali. FIP wakili Undiksha dalam program guru bantu, nanti ajarkan Bahasa Indonesia di elementary school atau SD,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Program ini hadir karena sejumlah sekolah dasar di Canberra menjadikan Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran pilihan. 

Untuk mendukung pembelajaran tersebut, perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki program studi relevan ditunjuk mengirimkan delegasi pengajar.

Sebelum mulai mengajar, para peserta akan mendapatkan pendampingan dari Kemendikti Saintek bersama KBRI Canberra, khususnya dalam masa orientasi. 

Pendampingan tersebut bertujuan memperkenalkan budaya sekolah di Australia, termasuk etika dan aturan yang harus dipatuhi selama bertugas.

Menariknya, mahasiswa yang terpilih sebelumnya telah mengikuti program Inisiasi Kelas Internasional (IKI) di FIP Undiksha. 

Dalam program tersebut, mereka terbiasa menggunakan Bahasa Inggris dalam perkuliahan dan mendapatkan paparan budaya global, termasuk pembelajaran dari dosen internasional.

“Karena dilibatkan untuk mengajar Bahasa Indonesia, kami berharap budaya hingga Bahasa Indonesia makin dikenal,” tandas Suranata. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bahasa indonesia #Ilmu pendidikan #Delegasi #kbri #guru #bahasa #luar negeri #orientasi #perguruan tinggi #dosen #australia #mata pelajaran #bimbingan konseling #pendidikan #dekan #budaya #sekolah #pgsd #akademik #sekolah dasar #Kemendikti Saintek #universitas pendidikan ganesha #canberra