Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pramuka di Buleleng Korve Bersihkan Sampah di Pantai Pengastulan

E
Penulis: Eka Prasetya❯

BERSIHKAN SAMPAH: Pramuka melakukan aksi bersih sampah di Pantai Pengastulan serangkaian peringatan Hari Baden Powell atau Hari Pramuka Dunia ke-169.
BERSIHKAN SAMPAH: Pramuka melakukan aksi bersih sampah di Pantai Pengastulan serangkaian peringatan Hari Baden Powell atau Hari Pramuka Dunia ke-169.


Advertisement

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Para pramuka di Kabupaten Buleleng, Bali, menggelar aksi pembersihan sampah di Pantai Pengastulan, Kecamatan Seririt, pada Minggu (22/2/2026).

Aksi bersih sampah itu dilakukan serangkaian Hari Baden Powell atau Hari Pandu Sedunia ke-169 yang jatuh pada 22 Februari.

Ratusan peserta terlibat dalam kegiatan tersebut. Mulai dari Pengurus Pramuka Kwarcab Buleleng, Kwartir Ranting Seririt, Satuan Karya Pramuka, Pramuka Peduli Nayaka Adhirajasa, Dinas Lingkungan Hidup, perangkat desa, hingga siswa SD sampai SMA setempat.

Advertisement

Di sela kegiatan, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan, aksi bersih sampah itu merupakan rangkaian dari kegiatan Bakti Resik Serentak. 

Hal itu merupakan tindak lanjut arahan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Kwarda Bali. 

Gerakan tersebut juga sejalan dengan instruksi Presiden agar seluruh elemen masyarakat, organisasi, dan pemerintah meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Advertisement

“Kalau kita semua punya kepedulian dan mau bergerak maka penanganan sampah secara berangsur-angsur akan bisa terselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Suyasa menyatakan, persoalan lingkungan dan kesehatan menjadi isu krusial, terlebih Bali dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia. 

Karena itu, gerakan bersih pantai dinilai sebagai langkah nyata menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.

“Ya tentu akan sangat bagus kalau kita semua bisa bergerak serentak seperti ini,” ungkapnya.

Di Kabupaten Buleleng, gerakan bersih lingkungan sebenarnya telah menjadi rutinitas setiap hari Jumat selama setahun terakhir. 

Menurut Suyasa, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu membangun kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

“Tentu hari ini digerakkan kembali untuk lebih intens, lebih massif. Tidak hanya pemerintah daerah, tapi juga organisasi dan lapisan masyarakat,” tegasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Koster Sebut Buleleng Punya ‘Rezeki’ Sendiri, Gerokgak Disiapkan Jadi Kawasan Ekonomi Pariwisata

Gubernur Bali Wayan Koster menyebut Buleleng punya potensi berbeda dari barat hingga timur. Gerokgak disiapkan sebagai kawasan ekonomi pariwisata.

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Seorang Pria di Bali Diduga Kerap Lecehkan Pengendara Perempuan. Polisi Ungkap Sudah 10 Kali Beraksi

Pria berinisial IWCA, 25, diamankan warga di Abiansemal setelah diduga melecehkan pengendara perempuan. Polisi mendalami pengakuannya yang disebut pernah beraksi 10 kali.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer