Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tungku Batu Bata Terbakar, Pemilik Usaha Panik

F
Penulis: Francelino Junior❯
BERKOBAR: Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng memadamkan api yang membakar sebuah tungku pembakaran batu bata di wilayah Kelurahan Penarukan.
BERKOBAR: Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng memadamkan api yang membakar sebuah tungku pembakaran batu bata di wilayah Kelurahan Penarukan.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebuah tungku yang digunakan untuk pembakaran batu bata di kawasan Kota Singaraja, terbakar hebat.


Advertisement

Pemilik usaha dibuat panik sehingga harus menghubungi petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Buleleng.

Insiden kebakaran itu terjadi di wilayah Lingkungan Ketewel, Kelurahan Penarukan, Kabupaten Buleleng, Bali.

Api dilaporkan membesar pada Minggu (31/8/2025) sekitar pukul 01.00 dini, sehingga pemilik usaha dan warga sekitar pun panik.

Advertisement

Adapun usaha pembuatan batu bata itu dikelola oleh Gede Redita, 68, yang merupakan warga setempat.

Peristiwa itu diketahui oleh salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian. Diduga sebelum kebakaran, karyawan di tempat usaha memang tengah membakar batu bata.

Mendadak sekitar pukul 00.45 dini hari, api di dalam tungku membesar. Api keluar tungku, bahkan melahap bagian atap yang terbuat dari kayu dan genteng.

Advertisement

Warga pun langsung menghubungi petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng. 

Sebanyak dua unit armada dari Pos Induk Singaraja dan satu unit dari Pos Kubutambahan dikerahkan untuk memadamkan api.

Perlu waktu selama satu jam, hingga akhirnya api benar-benar dinyatakan padam.

Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.

Ia menghimbau agar masyarakat lebih waspada dengan ancaman kebakaran. Utamanya di musim kemarau.

Demikian pula dengan pemilik usaha, seperti usaha pembuatan batu bata yang memang memerlukan waktu cukup panjang untuk membakar batu bata.

“Tentu idealnya api tetap harus diawasi. Karena lengah sedikit saja, bisa terjadi kebakaran,” demikian Kappa. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Sucikan Titik Nol Singaraja, Pemkab Buleleng Gelar Melaspas hingga Pedudusan Agung

Sucikan Titik Nol Singaraja, Pemkab Buleleng Gelar Melaspas hingga Pedudusan Agung

Kawasan Titik Nol Kota Singaraja diresmikan pada Rabu (29/7/2026). Sebelum dibuka untuk publik, digelar rangkaian upacara Melaspas, Ngenteg Linggih, hingga Pedudusan Agung dan kawasan disterilkan.

Titik Nol Singaraja Jadi Spot Nongkrong Baru, Ramai Diburu Pemburu Senja dan Konten Media Sosial

Titik Nol Singaraja Jadi Spot Nongkrong Baru, Ramai Diburu Pemburu Senja dan Konten Media Sosial

Kawasan Titik Nol Singaraja mulai ramai dikunjungi meski proyek belum rampung. Spot baru berburu senja dan konten media sosial ini digadang menjadi ikon heritage Kota Singaraja.

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga Rumah di Bali Naik, Dipicu Peningkatan Harga Bahan Bangunan

Harga properti residensial Bali naik 1,02 persen pada triwulan II 2026. Rumah menengah mencatat kenaikan tertinggi sebesar 1,52 persen secara tahunan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer