Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bansos Mulai Cair, Ini Solusi Bila Saldo KKS Baru Masih Nol

M
Ilustrasi peserta penerima Kartu Keluarga Sejahtera.
Ilustrasi peserta penerima Kartu Keluarga Sejahtera.

RadarBuleleng.id - Pencairan bantuan sosial (bansos) akhir tahun mulai menunjukkan pergerakan signifikan.


Advertisement

Per 19 Desember 2025, saldo bantuan terpantau masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang diterbitkan oleh tiga bank penyalur utama, yakni Bank Mandiri, BRI, dan BSI.

Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melaporkan saldo bansos sudah dapat dicek melalui ATM maupun agen bank.

Bantuan yang cair mencakup bantuan reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan BPNT/Sembako untuk Tahap 2, Tahap 3, hingga Tahap 4.

Advertisement

Selain itu, bantuan tambahan berupa BLT Kesra serta dana penebalan juga mulai masuk secara bertahap.

Pencairan ini paling banyak terjadi pada pemegang KKS baru. Namun, saldo tidak selalu masuk sekaligus.

Dalam banyak kasus, bantuan masuk satu tahap terlebih dahulu, kemudian disusul tahap berikutnya di hari yang berbeda.

Advertisement

Kondisi ini membuat KPM perlu melakukan pengecekan saldo secara berkala.

Di sisi lain, masih banyak KPM yang mengeluhkan saldo KKS baru mereka masih nol rupiah meskipun kartu sudah diterima.

Kondisi ini umumnya bukan karena KPM tidak terdaftar, melainkan akibat status tertentu di sistem data bansos.

Berdasarkan penelusuran di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), banyak KPM tercatat dengan status “Exclude KKS Tidak Distribusi”.

Artinya, kartu secara fisik sudah diterima, tetapi belum teraktivasi secara sistem karena pihak bank belum menyelesaikan proses distribusi atau pelaporan data ke pusat.

Pendamping sosial saat ini sedang melaporkan kasus tersebut secara berjenjang agar dilakukan rekonsiliasi data antara bank dan sistem pusat.

Selama status masih “Exclude”, pengecekan saldo berulang kali ke ATM tidak akan mengubah hasil karena dana memang belum bisa masuk.

KPM yang mengalami kondisi ini disarankan menunggu pembaruan status terlebih dahulu. Jika aktivasi sudah diperbaiki, saldo biasanya akan masuk tanpa perlu pengajuan ulang.

Sementara itu, bagi KPM yang mengalami gagal burekol atau gagal mendapatkan KKS meskipun berada di desil rendah, masalah umumnya bersumber dari data kependudukan yang belum padan.

Contohnya, status anggota keluarga di Kartu Keluarga belum diperbarui, seperti anak yang sudah sekolah tetapi masih tercatat belum sekolah, atau sudah menikah namun masih satu KK.

Meski demikian, masih ada peluang bantuan di bulan Desember ini. KPM yang gagal burekol berpotensi menerima BLT Kesra atau bantuan mitigasi melalui PT Pos Indonesia, selama memenuhi kriteria dan datanya sedang dalam proses perbaikan.

Pemerintah juga mengimbau agar KPM yang saldonya sudah masuk segera melakukan transaksi atau pencairan.

Beberapa jenis bantuan memiliki batas waktu penarikan yang cukup ketat. Untuk sebagian bantuan, batas akhir pencairan disebutkan hingga 21 Desember 2025, sementara bantuan PKH masih bisa ditransaksikan maksimal sampai 30 Desember 2025.

KPM diminta tidak lengah. Meski bantuan sebelumnya sudah cair, masih ada kemungkinan bantuan susulan masuk di hari berikutnya.

Karena itu, pengecekan saldo secara berkala tetap diperlukan agar tidak ada hak bantuan yang terlewat atau hangus. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Advertisement

Artikel Terkait

Polres Jembrana Amankan Pria Asal Buleleng. Ngaku Pegawai Dinsos Bali, Tipu Warga dengan Modus Bansos

Polres Jembrana Amankan Pria Asal Buleleng. Ngaku Pegawai Dinsos Bali, Tipu Warga dengan Modus Bansos

Polisi menduga korban penipuan bansos di Jembrana masih bertambah. Pelaku mengaku pegawai Dinsos Bali dan menjanjikan bantuan rumah hingga tempat ibadah.

Buleleng Jadi Percontohan Digitalisasi Bansos. Data Kepemilikan Aset Penerima Bakal Dicek

Buleleng Jadi Percontohan Digitalisasi Bansos. Data Kepemilikan Aset Penerima Bakal Dicek

Buleleng mulai menguji coba Perlinsos Digital di Penarukan dan Poh Bergong. Sebanyak 501 penerima bansos diverifikasi melalui sistem yang terintegrasi dengan data kependudukan, aset, dan perbankan.

Transparansi Penyaluran Bansos, Pemerintah Tempel Stiker di Rumah Penerima Bantuan

Transparansi Penyaluran Bansos, Pemerintah Tempel Stiker di Rumah Penerima Bantuan

Dinsos Buleleng mulai tempel stiker di rumah penerima bansos di Penarukan. Langkah ini untuk transparansi, validasi data, dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer