Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lapor Pak! 28 Desa di Buleleng Rawan Kekeringan saat Musim Kemarau

F
Penulis: Francelino Junior❯
Tercatat ada 28 desa di Kabupaten Buleleng yang rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau. Tampak petugas mendistribusikan air bersih kepada warga.
Tercatat ada 28 desa di Kabupaten Buleleng yang rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau. Tampak petugas mendistribusikan air bersih kepada warga.

SINGARAJA-Sebanyak 28 desa di Kabupaten Buleleng beresiko mengalami kekeringan pada musim kemarau 2024 ini.


Advertisement

Hal ini berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana di Kabupaten Buleleng tahun 2022-2026.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng, Putu Ariadi Pribadi menjabarkan 28 desa yang rawan mengalami kekeringan tersebar di delapan kecamatan.

Hanya Kecamatan Buleleng yang tidak masuk daerah rawan kekeringan.

Advertisement

Kecamatan Gerokgak menjadi wilayah paling dominan, yang risiko kekeringannya tinggi.

Adapun desa yang masuk rawan kekeringan di sana yakni, Desa Pejarakan, Sumberkima, Pemuteran, Banyupoh, Pengabangan, Musi, Sanggalangit, Gerokgak, Patas, Pengulon, Tinga-Tinga, dan Tukadsumaga.

Lalu Kecamatan Kubutambahan dengan lima desa, yaitu Desa Bukti, Bulian, Bila, Bontihing, dan Tajun.

Advertisement

Disusul empat desa di Kecamatan Banjar, yaitu Desa Kaliasem, Temukus, Tigawasa, dan Banjar.

Setelah itu Desa Sepang dan Desa Sepang Kelod (Kecamatan Busungbiu), Desa Sembiran dan Julah (Kecamatan Tejakula), Desa Menyali (Kecamatan Sawan), Desa Unggahan (Kecamatan Seririt), Dan Desa Ambengan (Kecamatan Sukasada).

“Bulan Juni-Juli itu kemarau, puncaknya pada Agustus-September, menurun di November-Desember karena persiapan hujan. Kalau Maret-Mei masuk pancaroba,” jelas Ariadi pada Sabtu (25/5).

Mengantisipasi kekeringan di puluhan desa itu, Ariadi menyebutkan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng, karena adanya program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Walaupun saat ini sudah ada 100 desa dari 148 desa yang tersasar program tersebut, tetapi pihaknya akan terus mendorong agar tiap tahunnya dapat direalisasikan ke desa-desa. Sehingga mereka punya pelayanan air bersih sendiri.

Selain itu, BPBD Buleleng juga menyiapkan bantuan air bersih yang bekerjasama dengan sejumlah stakeholder di Buleleng.

Nantinya, dengan mobil tangki yang dimiliki stakeholder tersebut, akan ikut membantu dalam pendistribusian air bersih.

“Kalau dibutuhkan, kita dorong ke desa. Air bersih bisa dari PDAM atau BWS yang ada sumur bornya, juga sudah sudah diizinkan untuk ambil dari sana,” ungkapnya.

Meski begitu, Ariadi mengharapkan masyarakat di 28 desa tersebut yang terdampak kekeringan, agar mulai mengantisipasi dengan menampung air. Baik air hujan maupun air sungai, untuk mendukung persediaan air.

“Dari rilis BMKG, disebutkan 2024 masih berdampak El Nino meski lemah. Jadi musim kemarau jadi normal lagi. Walaupun normal, masyarakat harus waspada. Kalau masih ada kesempatan silahkan menampung air,” pesannya. ***

Advertisement

Artikel Terkait

Puncak Kemarau, Buleleng Jadi Salah Satu Daerah Paling Rawan Kebakaran Hutan dan Krisis Air

Puncak Kemarau, Buleleng Jadi Salah Satu Daerah Paling Rawan Kebakaran Hutan dan Krisis Air

Buleleng menghadapi ancaman karhutla dan krisis air di puncak kemarau. Gerokgak mencatat kebakaran 91,52 hektare, sementara Sinabun terdampak krisis air.

Masuk Musim Kemarau, Tapi Suhu Udara di Bali Makin Dingin. Begini Penjelasan BMKG

Masuk Musim Kemarau, Tapi Suhu Udara di Bali Makin Dingin. Begini Penjelasan BMKG

BMKG menjelaskan penyebab suhu udara Bali terasa lebih dingin saat musim kemarau. Di Kintamani, suhu minimum bahkan mencapai 13,51 derajat celcius.

Atap Kamar Suci hingga Dapur Warga Roboh Disapu Hujan Deras di Buleleng

Atap Kamar Suci hingga Dapur Warga Roboh Disapu Hujan Deras di Buleleng

Hujan deras dan cuaca ekstrem picu atap kamar suci roboh, dapur ambruk, hingga pohon tumbang di Kecamatan Gerokgak Buleleng. BPBD terjunkan tim dan beri bantuan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer